Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Keluk Paku Asam Belimbing, Anak Dipangku Kemenakan Dibimbing

Arti Peribahasa Keluk Paku Asam Belimbing, Anak Dipangku Kemenakan Dibimbing

Arti Peribahasa Keluk Paku Asam Belimbing, Anak Dipangku Kemenakan Dibimbing

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Keluk Paku Asam Belimbing, Anak Dipangku Kemenakan Dibimbing

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Keluk paku asam belimbing, anak dipangku kemenakan dibimbing

Anak dan kemenakan haruslah sama-sama dididik dan dipimpin dengan setara.

Kesimpulan

Arti peribahasa keluk paku asam belimbing, anak dipangku kemenakan dibimbing adalah anak dan kemenakan haruslah sama-sama dididik dan dipimpin dengan setara.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa keluk paku asam belimbing, anak dipangku kemenakan dibimbing, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Ibarat Bunga, Sedap Dipakai Layu Dibuang

Ayam sudah patah, kalau-kalau dapat menikam
Artinya : Orang yang melarat mungkin akan berubah nasibnya.

Dulu buah daripada bunga, dulu duduk daripada cangkung
Artinya : Beranggapan sudah memiliki sesuatu yang belum tentu diperoleh.

Bagai pahat, tidak ditukul tidak makan
Artinya : Orang yang mau bekerja apabila diperintah

Ditempuh nyamuk terbalik, ditindih lalat tak dapat bangkit
Artinya :

  1. Terlalu lemah
  2. tidak berdaya dalam menghadapi sesuatu.

Sayang buah kepayang dimakan mabuk, dibuang sayang
Artinya : Keadaan yang serba salah.

Jangan menghulurkan hulu keris ke tangan orang
Artinya : Jangan menyerahkan kuasa kepada orang lain, niscaya kita dibinasakannya.

Tangan menetak mencencang bahu memikul
Artinya : Harus berani menanggung kesalahan yang telah diperbuat

Gajah dipandang seperti kuman
Artinya : Terlalu marah.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Masuk Geronggang Bawa Pelita

Badan boleh dimiliki, hati tiada boleh dimiliki
Artinya : Sudah sehidup semati.

Fikir itu pelita hati
Artinya : Pikiran adalah suluh kebenaran.

Bagai keluang bebar petang
Artinya : Ramai-ramai berkerumun

Seperti tuma, di kain putih, dia putih, di kain hitam, dia hitam
Artinya : Orang yang pandai menempatkan diri dalam pergaulan.

Walaupun ada umpan, belum tentu ada ikan
Artinya : Walaupun dalam melakukan suatu pekerjaan telah ada persediaan yang cukup/memadai, tetapi belum tentu akan berhasil dengan baik.

Bagai enau di dalam belukar, melepaskan pucuk masing-masing
Artinya : Tidak sepakat dalam suatu perbincangan.

Tahu asam garamnya
Artinya : Tahu seluk-beluknya (baik-buruknya)

Ganti menggantikan tikar lepas bantal berganti tikar
Artinya : Mengawini istri kakak atau adik yang meninggal atau menikahi suami kakak atau adik yang meninggal

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bagai Dulang Dengan Tudung Saji

Kerbau pembulang tali
Artinya :

  1. Orang yang tidak tetap hati dan pemikirannya
  2. goyah. (bulang = mengikat tali ke kepala)

Sebelum ajalnya pantang mati
Artinya : Tidak akan berhenti sebelum berhasil mencapai tujuan.

Sampan upih berdayung bilah
Artinya : Mengerjakan sesuatu dengan peralatan yang tidak memadai.

Lecah di kaki
Artinya : Seorang lelaki yang kawin/menikah tanpa ada tanggung jawab, melainkan hanya sebagai orang yang menumpang saja.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Keluk Paku Asam Belimbing, Anak Dipangku Kemenakan Dibimbing”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *