Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Kepala Rebah Mata Melayang, Bantal Bangkit Main Wayang

Arti Peribahasa Kepala Rebah Mata Melayang, Bantal Bangkit Main Wayang

Arti Peribahasa Kepala Rebah Mata Melayang, Bantal Bangkit Main Wayang

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Kepala Rebah Mata Melayang, Bantal Bangkit Main Wayang

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Kepala rebah mata melayang, bantal bangkit main wayang

Perempuan yang melakukan kejahatan ketika suaminya lengah.

Kesimpulan

Arti peribahasa kepala rebah mata melayang, bantal bangkit main wayang adalah perempuan yang melakukan kejahatan ketika suaminya lengah.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa kepala rebah mata melayang, bantal bangkit main wayang, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Laksana apung di tengah laut, dipukul ombak jatuh ke tepi
Artinya : Hidup melarat di negeri asing/rantauan.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Rasa Pedih Cuping Telinga

Bagai semut penghimpun melukut
Artinya : Rajin bekerja.

Seperti menuangkan minyak tanah dalam api
Artinya :

  1. Menambah keruh suasana
  2. menyulut kemarahan orang.

Utang selilit sebelit pinggang utang tiap helai bulu
Artinya : Utangnya banyak sekali

Banyak tukang di mata dan di mulut, sedikit tukang di tangan
Artinya : Hanya pandai berkata-kata, tetapi tidak pandai dalam mengerjakan.

Dilelar timba ke perigi, tak sekali, sekali pecah juga
Artinya : Suatu perbuatan yang tidak baik jika diulang lambat laun akan tidak baik juga padahnya/akibatnya. (lelar = berulang-ulang) (perigi = sumur)

Kita baru mencapai pengayuh, orang sudah tiba ke seberang
Artinya : Orang yang bijaksana selalu lebih dulu mencapai maksudnya/tujuannya.

Bagai bunyi cempedak jatuh
Artinya : Bunyi seperti barang berat jatuh

Baca Juga :  Arti Peribahasa Jika Bunga Tak Hendak Dipersunting, Boleh Dibuat Peraksi Kain

Mabuk di enggang lalu
Artinya : Sangat tertarik hatinya kepada orang yang belum dikenal

Nyawa bergantung di hujung kuku
Artinya :

  1. Berada dalam keadaan yang sangat berbahaya
  2. sangat rentan.

Ikut hati mati, ikut mata buta
Artinya : Jika selalu menuruti nafsu, akhirnya akan mendapat celaka

Gajah dialahkan oleh pelanduk
Artinya :

  1. Orang berkuasa yang dikalahkan oleh orang kecil/rendahan
  2. perempuan bangsawan yang diperisteri oleh orang kebanyakan/rakyat biasa.

Bagai jawi terkurung
Artinya : Sangat gelisah atau kurang senang karena terpingit atau terikat oleh adat

Kalau bersahabat cari sama babat
Artinya : Pilihlah kawan dari golongan sendiri/yang sama. (babat = pasang, suku, golongan)

Telah jadi indarus
Artinya :

  1. Telah kalah
  2. Kalah main (judi dan sebagainya)

Kikir pari belulang kering, direndam tujuh hari tak basah
Artinya :

  1. Terlalu degil atau terlalu kikir
  2. orang yang kuat/berkuasa.
Baca Juga :  Arti Peribahasa Anak Sendiri Disayangi, Anak Tiri Dibengkengi

Beliung yang besar hayun, kecil makannya
Artinya : Banyak bicara/berteori tetapi hasilnya sedikit.

Cacing menjadi ular naga
Artinya : Orang hina (miskin) menjadi orang besar (kaya)

Di muka di puncak hidung
Artinya : Dekat sekali di depan orang

Air sama air menjadi satu, sampah ke tepi juga
Artinya :

  1. Sebaiknya jangan ikut campur dalam perselisihan orang bersaudara/bersahabat, apabila mereka kembali berbaikan, kita akan disisihkan
  2. melakukan sesuatu yang sia-sia.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Kepala Rebah Mata Melayang, Bantal Bangkit Main Wayang”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *