Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Lah Panas Hari, Kacang Lupa Akan Kulitnya

Arti Peribahasa Lah Panas Hari, Kacang Lupa Akan Kulitnya

Arti Peribahasa Lah Panas Hari, Kacang Lupa Akan Kulitnya

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Lah Panas Hari, Kacang Lupa Akan Kulitnya

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Lah panas hari, kacang lupa akan kulitnya

Orang yang melupakan asal-usulnya setelah mendapatkan sesuatu.

Kesimpulan

Arti peribahasa lah panas hari, kacang lupa akan kulitnya adalah orang yang melupakan asal-usulnya setelah mendapatkan sesuatu.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa lah panas hari, kacang lupa akan kulitnya, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  2 Arti Peribahasa Ibarat Menegakkan Benang Basah

Tidur bertilam air mata
Artinya : Sangat sedih karena merindukan kekasih

Campak bunga dibalas dengan campak tahi
Artinya : Memberi kebaikan dibalas dengan kejahatan

Besar periuk besar kerak
Artinya : Semakin banyak pendapatan, semakin banyak pula pengeluaran

Bakarlah air ambil abunya
Artinya : Melakukan pekerjaan yang sia-sia.

Bagai gelegar buluh
Artinya : Bercakap besar (sombong).

Yang se cupak takkan jadi segantang
Artinya : Sesuatu yang sudah pasti (tidak dapat diubah lagi)

Ayam pada itik, raja pada tempatnya
Artinya : Masing-masing orang ahli dalam urusannya.

Malu kalau anak harimau menjadi anak kucing kambing
Artinya : Tidak sepatutnya kalau anak orang baik-baik atau pandai menjadi jahat atau bodoh

Bagai belacan dikerat dua, yang pergi busuk, yang tinggal anyir
Artinya : Perkara yang mendatangkan aib pada kedua belah pihak.

Baca Juga :  2 Arti Peribahasa Warta Dibawa Pikat Dan Langau

Lidah biawak
Artinya :

  1. Selalu berubah-ubah
  2. tidak dapat dipercaya.

Semut gatal gonggong gunung, bagaimana dunia takkan sunyi
Artinya : Melakukan sesuatu yang aneh/tidak wajar.

Memanjat dedap
Artinya : Menekat (karena terpaksa)

Bagai kayu lempung, ditebuk kumbang tembus-menembus
Artinya : Orang yang lemah dan mudah teraniaya oleh orang yang berkuasa. (kayu lempung = kayu ringan dan lunak)

Seludang menolakkan mayangan
Artinya : Memperlihatkan atau kelihatan kecantikannya.

Suruh putih, hitam datang
Artinya :

  1. Penantian yang sia-sia
  2. harapan yang berbanding terbalik dengan kenyataan.

Jaras katanya raga jarang
Artinya :

  1. Orang yang mencela orang lain, padahal dia sendiri pun ada celanya juga
  2. orang yang kurang berpengetahuan sering kali salah pilih.
Baca Juga :  Arti Peribahasa Karena Mulut Bisa Binasa

Kapur di hujung telunjuk
Artinya : Tidak dapat menolong sanak saudara.

Diberi kepala hendak bahu
Artinya : Diberi sedikit lalu minta banyak

Ke mudik tentu hulunya, ke hilir tentu muaranya
Artinya : Suatu maksud atau niat hendaklah tentu wujud atau tujuannya

Anak sendiri disayang, anak tiri dihardik
Artinya : Perilaku yang tidak adil terhadap orang lain.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Lah Panas Hari, Kacang Lupa Akan Kulitnya”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

4 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *