Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Langit Menimpa Kepala, Bumi Memegang Kaki

Arti Peribahasa Langit Menimpa Kepala, Bumi Memegang Kaki

Arti Peribahasa Langit Menimpa Kepala, Bumi Memegang Kaki

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Langit Menimpa Kepala, Bumi Memegang Kaki

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Langit menimpa kepala, bumi memegang kaki

Hidup serba salah karena melanggar perintah negeri.

Kesimpulan

Arti peribahasa langit menimpa kepala, bumi memegang kaki adalah hidup serba salah karena melanggar perintah negeri.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa langit menimpa kepala, bumi memegang kaki, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Nafsu tidak bertepi
Artinya : Keinginan hati yang tidak ada batasnya.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Berair Rongkong

Bagai pimping di lereng
Artinya : Orang yang tidak berpendirian tetap

Kalau bunga bukan sekuntum
Artinya : Lelaki atau perempuan bukan/tidak hanya seorang diri di dunia ini.

Telah karam maka tertimpa
Artinya : Baru ingat atau menyesal sesudah menderita kemalangan

Carik-carik bulu ayam lama-lama bercantum juga
Artinya : Perkelahian sesama saudara itu akhirnya berbaik juga

Seperti sendok dengan periuk sentuh-menyentuh
Artinya : Ada kalanya terjadi perselisihan dengan sahabat/anggota keluarga.

Lebih pucuk, lebih pelepah?
Artinya : Kiasan tentang yang mana lebih baik kawan lama atau kawan baru?

Tidak laku diikat
Artinya : Sesuatu yang tidak berharga.

Apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar
Artinya : Tidak ada gunanya ilmu pengetahuan yang disimpan saja kalau tidak diajarkan kepada orang lain atau tidak dipraktikkan (tidak dimanfaatkan)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Masuk Lima Keluar Sepuluh

Batu hitam tak bersanding
Artinya : Tampaknya lemah lembut, tetapi keras hatinya (sukar mengalahkannya, melawannya, dan sebagainya)

Tidak terindang dedak basah
Artinya : Perkara (perselisihan dan sebagainya) yang sangat sulit penyelesaiannya

Hujan keris lembing di negeri kita, hujan emas perak di negeri orang, baik juga di negeri kita
Artinya : Walau bagaimanapun mewah dan makmurnya negeri orang, namun negeri sendirilah yang lebih baik.

Setinggi-tinggi bangau terbang, surutnya ke kubangan
Artinya : Sejauh-jauh orang merantau, akhirnya kembali ke tempat asalnya (kampung halamannya) juga

Selembab-lembabnya puntung di dapur, ditiup menyala juga
Artinya : Suatu pekerjaan bila dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan membuahkan hasil.

Tua-tua keladi (kelapa)
Artinya : Dikatakan kepada orang yang makin tua makin baik atau makin buruk (kelakuannya)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Sesiuk Kuaran Terbang, Selayang Kuda Berlari

Kelakatu hendak terbang ke langit
Artinya : Menghendaki sesuatu yang mustahil.

Kusut diselesaikan, keruh diperjernih
Artinya : Perselisihan hendaklah diselesaikan secara baik-baik

Garam dikulum tak hancur
Artinya : Orang yang pandai menyimpan/menjaga rahasia.

Menampalkan kersik ke buluh
Artinya : Menasihati orang dengan sia-sia saja (tidak dituruti)

Dahulu sorak kemudian tohok
Artinya : Menggembar-gemborkan sesuatu yang belum terjadi (belum terbukti)

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Langit Menimpa Kepala, Bumi Memegang Kaki”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *