Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Langit Yang Tinggi Hendak Ditampar, Bumi Yang Dipijak Tak Dapat Dicapai

Arti Peribahasa Langit Yang Tinggi Hendak Ditampar, Bumi Yang Dipijak Tak Dapat Dicapai

Arti Peribahasa Langit Yang Tinggi Hendak Ditampar, Bumi Yang Dipijak Tak Dapat Dicapai

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Langit Yang Tinggi Hendak Ditampar, Bumi Yang Dipijak Tak Dapat Dicapai

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Langit yang tinggi hendak ditampar, bumi yang dipijak tak dapat dicapai

Berhajat/menginginkan pangkat yang tinggi, sedangkan pangkat rendah pun tidak dimiliki.

Kesimpulan

Arti peribahasa langit yang tinggi hendak ditampar, bumi yang dipijak tak dapat dicapai adalah berhajat/menginginkan pangkat yang tinggi, sedangkan pangkat rendah pun tidak dimiliki.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa langit yang tinggi hendak ditampar, bumi yang dipijak tak dapat dicapai, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kering Tempayan, Cebok Pun Jauhlah

Pepat kuku seperti bulan tiga hari
Artinya : Amat elok bentuk atau tokohnya

Seperti itik mendengar guntur
Artinya : Mengharap-kan peruntungan dan sebagainya yang tidak tentu datangnya

Selapit seketiduran sebantal sekalang gulu
Artinya : Persahabatan yang sangat karib.

Memagar diri bagai aur
Artinya : Hanya memikirkan diri sendiri

Seperti anai-anai makan kayu
Artinya : Mengerjakan suatu pekerjaan dengan sangat tekun.

Nampak gabak di hulu
Artinya : Tanda-tanda yang menunjukkan akan terjadi sesuatu hal.

Panas tidak sampai petang
Artinya : Bertambah susah

Rasa air ke air, rasa minyak ke minyak
Artinya : Mencari kaumnya atau bangsanya sendiri.

Benang arang orang jangan dipijak
Artinya : Jangan mencampuri rumah tangga orang lain.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Embacang Buruk Kulit

Air orang disauk, ranting orang dipatah, adat orang diturut
Artinya : Hendaklah patuh terhadap undang-undang di negeri yang kita tinggali.

Anjing itu, meskipun dirantai dengan rantai emas, berulang-ulang juga ia ke tempat najis
Artinya : Orang jahat, walaupun diberikan kesenangan, namun kalau mendapat kesempatan, pasti akan diulanginya lagi perbuatan jahatnya.

Berketuk ayam dalam telur
Artinya : Orang bodoh yang turut merundingkan suatu perkara yang tidak diketahuinya.

Lagi lebai lagi berjanggut
Artinya : Orang yang berilmu dan berbudi pekerti yang baik.

Badai pasti berlalu
Artinya : Kesulitan dalam hidup pasti akan berkurang dan akhirnya menghilang.

Marahkan pijat kelambu dibakar, tidur terdedah
Artinya : Takut akan bahaya yang kecil, keuntungan yang besar dibuang dan akhirnya merana/kecewa.

Asal selamat ke seberang, biar bergantung di ekor buaya
Artinya : Sangat perlu akan pertolongan, bagaimanapun caranya pertolongan itu akan diterimanya.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Berani Malu, Takut Mati

Belum sekuku
Artinya : Sangat sedikit.

Telur sesangkak, pecah satu pecah semua
Artinya : Bersatu hati dalam segala hal

Malu berkayuh, perahu hanyut
Artinya : Kalau segan berusaha tidak akan mendapat kemajuan

Air tawar secawan dituangkan ke dalam laut takkan dapat menghilangkan asinnya
Artinya : Pertolongan yang sedikit tidak dapat meringankan beban kesengsaraan yang besar.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Langit Yang Tinggi Hendak Ditampar, Bumi Yang Dipijak Tak Dapat Dicapai”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

4 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *