Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Lantai Dan Dinding Bertelinga Belaka

Arti Peribahasa Lantai Dan Dinding Bertelinga Belaka

Arti Peribahasa Lantai Dan Dinding Bertelinga Belaka

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Lantai Dan Dinding Bertelinga Belaka

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Lantai dan dinding bertelinga belaka

Memperbincangkan suatu rahasia hendaklah beringat-ingat/pikir-pikir dahulu.

Kesimpulan

Arti peribahasa lantai dan dinding bertelinga belaka adalah memperbincangkan suatu rahasia hendaklah beringat-ingat/pikir-pikir dahulu.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa lantai dan dinding bertelinga belaka, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Memancing dalam belanga
Artinya : Mencari keuntungan dalam lingkungan keluarga (kawan sendiri)

Mencari jejak dalam air
Artinya : Melakukan perbuatan yang sia-sia

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kurus Kering Seperti Bayang, Siapa Pun Tiada Menaruh Sayang

Seperti batang mengkudu, dahulu buah dari bunga
Artinya : Perihal orang yang lekas/cepat marah sebelum mengetahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahinya.

Sampan rompong, pengayuh sompek
Artinya :

  1. Perkara yang tidak dapat diharapkan lagi
  2. Harapan hampir musnah

Sekali lancing ke ujian, seumur hidup orang takkan percaya
Artinya : Sekali berbuat jahat, seumur hidup orang tidak akan mempercayainya lagi.

Jangan memanah ke langit
Artinya : Jangan durhaka kepada negeri atau pemerintah karena pada akhirnya akan mendatangkan kesulitan/malapetaka bagi diri sendiri.

Kerbau turun berendam ki
Artinya : Waktu pukul lima petang

Laki pulang kelaparan, dagang lalu ditanakkan
Artinya :

  1. Lebih banyak mengindahkan urusan orang lain daripada urusan sendiri
  2. Orang lain ditolong, tetapi keluarga sendiri ditelantarkan

Seperti gerundang yang kekeringan
Artinya : Orang yang mendapat kesukaran dan tidak ada yang menolongnya

Baca Juga :  Arti Peribahasa Sudah Tahu Akan Ragi Kain

Ditebuk dikerobok tikus
Artinya : Sudah hilang kegadisannya (sudah tidak gadis lagi)

Bagai belacan dikerat dua, yang pergi busuk, yang tinggal anyir
Artinya : Perkara yang mendatangkan aib pada kedua belah pihak.

Pilih-pilih ruas, terpilih pada buku terkena buku buluh
Artinya : Mendapat yang buruk karena terlalu memilih

Bakar tak berapi
Artinya : Mencintai/menyukai secara diam-diam.

Sembunyi tuma kepala tersuruk ekor kelihatan
Artinya :

  1. Merasa tidak ada yang mengetahui, tetapi sebenarnya sudah diketahui orang banyak
  2. Menutup-nutupi perbuatan jahat yang sudah diketahui orang

Ada seperti tampaknya apung-apung
Artinya : Barang yang dihajati telah ada tetapi belum tentu dapat diambil/digunakan.

Turut rasa binasa, turut hati mati
Artinya : Berpikir dan bertindaklah secara bijaksana, jangan hanya menuruti hawa nafsu.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Laksana Kedidi, Di Mana Pantai Tercunggit-cunggit

Bermain air basah, bermain api letup, bermain pisau luka
Artinya : Tiap perbuatan atau pekerjaan ada akibatnya (risikonya)

Bagai menghela rambut dalam tepung, rambut jangan putus, tepung jangan terserak
Artinya : Suatu pekerjaan yang sangat sulit dan harus dikerjakan dengan sangat berhati-hati.

Ke mana tumpah hujan dari bubungan, kalau tidak ke cucuran atap
Artinya : Anak akan menurut sifat atau teladan orang tuanya

Ditembak dengan peluru petunang
Artinya : Perundingan yang berhasil baik.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Lantai Dan Dinding Bertelinga Belaka”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

4 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *