Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Leka Di Kerak Jarang, Kuku Habis Perut Tak Kenyang, Burung Terbang Dipipiskan Lada

Arti Peribahasa Leka Di Kerak Jarang, Kuku Habis Perut Tak Kenyang, Burung Terbang Dipipiskan Lada

Arti Peribahasa Leka Di Kerak Jarang, Kuku Habis Perut Tak Kenyang, Burung Terbang Dipipiskan Lada

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Leka Di Kerak Jarang, Kuku Habis Perut Tak Kenyang, Burung Terbang Dipipiskan Lada

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Leka di kerak jarang, kuku habis perut tak kenyang, burung terbang dipipiskan lada

Mengerjakan suatu pekerjaan yang merugikan. (leka = asyik, lalai)

Kesimpulan

Arti peribahasa leka di kerak jarang, kuku habis perut tak kenyang, burung terbang dipipiskan lada adalah mengerjakan suatu pekerjaan yang merugikan. (leka = asyik, lalai)

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa leka di kerak jarang, kuku habis perut tak kenyang, burung terbang dipipiskan lada, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Mati Puyuh Hendakkan Ekor

Belayar sambil memapan, merapat sambil belayar
Artinya : Sekali melakukan pekerjaan, dua-tiga tujuan dapat tercapai. (memapan = memasang papan untuk dinding, lantai, dsb)

Tercacak bagai lembing tergadai
Artinya : Sangat terkesima/tertegun.

Di luar merah di dalam pahit
Artinya : Kelihatan bagus, tetapi sebenarnya tidak demikian halnya

Manis udang, maka ketam direbus tak merah?
Artinya : Menipu dengan mengubah kelakuan atau rupanya.

Beban sudah di pintu
Artinya : Anak gadis yang sudah besar/beranjak dewasa.

Lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup bercermin bangkai
Artinya : Lebih baik mati daripada menanggung malu

Cencang air tidak putus, pancung abu tak berbekas
Artinya : Perselisihan internal keluarga yang akhirnya rujuk kembali.

Tersingit-singit bagai katung di bawah reba
Artinya : Sangat merendahkan diri seperti orang kecil (orang bawahan) yang takut dan malu hendak mendekati orang besar atau berkedudukan tinggi

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kalau Anjing Biasa Makan Tahi, Tak Makan Hidu Ada Juga

Kadok naik junjung
Artinya : Orang hina (miskin dan sebagainya) merasa mulia (kaya dan sebagainya)

Hutang kayu ara
Artinya : Hutang yang tidak mungkin untuk dibayar.

Lulus tidak berselam, hilang tidak bercari
Artinya : Orang yang menderita sengsara, tetapi tidak ada yang mau menolong

Menebas buluh serumpun
Artinya : Merusak seluruh nama keluarga:

Hati gajah sama dilapah, hati tuma tungau sama dicecah
Artinya : Laba atau rugi sama-sama dirasakan (dibagi secara adil)

Haruslah air disauk, dan ranting dipatah, lama hidup banyak merasa, jauh berjalan banyak dilihat
Artinya : Orang yang merantau haruslah patuh terhadap adat kebiasaan di tempat itu.

Berkain tak cukup sebelit pinggang
Artinya : Kemiskinan/kemelaratan yang teramat sangat.

Menohok kawan seiring, menggunting dalam lipatan
Artinya : Mencelakakan teman sendiri

Kutu mati di atas kepala, tuma mati di tepi kain
Artinya : Lebih baik mati di tempat yang mulia karena melakukan hal yang baik, daripada mati di tempat yang hina karena melakukan pekerjaan jahat.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Geleng Seperti Si Patung Kenyang

Kayu besar di tengah padang, tempat bernaung kepanasan, tempat berlindung kehujanan, uratnya tempat bersila, batangnya tempat bersandar
Artinya : Pemimpin yang menjadi tempat bagi rakyat untuk mengadukan nasibnya.

Retak-retak bulu ayam, lama-lama bercantum pula
Artinya : Perselisihan dengan keluarga/kerabat sendiri yang harus didamaikan/diselesaikan dengan nasihat dari orang tua.

Bungkuk kail hendak mengena
Artinya : Tipu muslihat untuk mencari keuntungan

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Leka Di Kerak Jarang, Kuku Habis Perut Tak Kenyang, Burung Terbang Dipipiskan Lada”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

3 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *