Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Luka Di Tangan Dapat Diobat, Luka Di Hati Siapa Tahu?

Arti Peribahasa Luka Di Tangan Dapat Diobat, Luka Di Hati Siapa Tahu?

Arti Peribahasa Luka Di Tangan Dapat Diobat, Luka Di Hati Siapa Tahu?

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Luka Di Tangan Dapat Diobat, Luka Di Hati Siapa Tahu?

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Luka di tangan dapat diobat, luka di hati siapa tahu?

Kesedihan di hati hanya diketahui oleh diri sendiri.

Kesimpulan

Arti peribahasa luka di tangan dapat diobat, luka di hati siapa tahu? adalah kesedihan di hati hanya diketahui oleh diri sendiri.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa luka di tangan dapat diobat, luka di hati siapa tahu?, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Kasih itu roh yang buta
Artinya : Kasih sayang tidak memilih/mengenal yang baik atau yang rupawan saja.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Lagi Tongkat Lagi Senjata

Sekain sebaju, selauk senasi
Artinya : Gambaran persahabatan atau ikatan percintaan yang seia sekata serta sehidup sepenanggungan.

Diperbesar isap, hitam bibir
Artinya : Boros dalam membelanjakan uang yang pada akhirnya membuatnya hidup dalam kemelaratan.

Ranap pertulang, ijuk penebal
Artinya : Mencari penghasilan tambahan.

Lain di mulut, lain di hati
Artinya : Yang dikatakan berbeda dengan isi hatinya

Terkalang di mata, terasa di hati
Artinya : Ada sesuatu yang akan dikemukakan, tetapi belum tersampaikan (terkatakan)

Habis kapak berganti beliung
Artinya : Sangat rajin dalam bekerja.

Seperti kijang lepas ke rimba
Artinya : Merasa senang karena telah pulang dari rantauannya.

Adat yang menurun, syarak yang mendaki
Artinya : Adat dapat menuju kerendahan dan tidak sanggup menghadapi pergolakan massa, tetapi syarak selalu menuju ketinggian dan dapat mengatasi segala gerakan yang menentangnya.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kuat Ikan Karena Radai Kuat Burung Karena Sayap, Kuat Ketam Karena Sepit

Katak menggigit telunjuk, melihatkan ular sudah menjadi belut
Artinya : Orang yang masih curiga terhadap orang jahat yang sudah berubah menjadi orang baik.

Badan bersaudara, emas perak tiada bersaudara, kasih saudara sama ada, kasih bapa menokok harta yang ada, kasih ibu sama rata, kasih sahabat sama binasa
Artinya : Walaupun orang-orang lemah berada di bawah kuasa orang yang kuat, tetapi hatinya masih tetap bebas.

Tiada terempang peluru oleh ilalang
Artinya : Kehendak orang yang berkuasa tidak akan dapat ditahan oleh orang yang lemah.

Bagai api dengan rabuk
Artinya : Tidak langsung ke tempat tujuan, tetapi singgah kemana-mana.

Api dengan air, alangkah bezanya
Artinya : Jahat dengan baik sangatlah jauh perbedaannya.

Bagai rambut dibelah tujuh seribu
Artinya : Sedikit (kecil) sekali

Baca Juga :  Arti Peribahasa Tertangkap Kain

Berkubu sebelum alah
Artinya : Berjaga-jaga/bersiap-siap sebelum mendapatkan kesulitan.

Dua kali dua empat
Artinya : Sama saja.

Berbalik-balik bagai kuda tercirit
Artinya : Perkara yang sudah diputuskan/diselesaikan, namun kemudian diungkit-ungkit kembali.

Seperti dedalu api hinggap dipohon kayu, hinggap di batangnya mati, hinggap di ranting, rantingnya patah
Artinya : Orang jahat yang berkawan dengan orang baik, pada akhirnya hanya akan merugikan orang yang baik saja.

Ada laut, ada perompak
Artinya : Segala sesuatu itu pasti ada pasangannya.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Luka Di Tangan Dapat Diobat, Luka Di Hati Siapa Tahu?”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

4 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *