Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Luka Sudah Hilang, Parutnya Tinggal Juga

Arti Peribahasa Luka Sudah Hilang, Parutnya Tinggal Juga

Arti Peribahasa Luka Sudah Hilang, Parutnya Tinggal Juga

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Luka Sudah Hilang, Parutnya Tinggal Juga

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Luka sudah hilang, parutnya tinggal juga

Orang yang berselisih meskipun sudah berdamai, tetapi kenangan-kenangannya masih teringat juga.

Kesimpulan

Arti peribahasa luka sudah hilang, parutnya tinggal juga adalah orang yang berselisih meskipun sudah berdamai, tetapi kenangan-kenangannya masih teringat juga.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa luka sudah hilang, parutnya tinggal juga, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Seperti Sebuah Biji Tersesat Dalam Rrumput

Selangkah berpantang surut, setapak berpantang mundur
Artinya : Berani menghadapi apapun.

Tidur di atas miang enjelai
Artinya : Tidak dapat tenang (selalu gelisah)

Bermain-main dengan kerbau, dilontarnya muka dengan ekornya
Artinya : Berkawan dengan orang bodoh, tentu akan menanggung kerugian.

Harapkan kuning kuah kambeh, cangkuk terubuk ditinggalkan
Artinya : Karena mengharapkan keuntungan yang lebih besar namun belum tentu diperoleh, keuntungan yang kecil tetapi sudah pasti (sudah dalam genggaman) pun dilepaskan. (kambeh = peria) (cangkuk = pekasam)

Tepuk berbalas, alang berjawat
Artinya : Perbuatan jahat dibalas dengan kejahatan, kebaikan dibalas dengan kebaikan

Ditanaknya semua berasnya
Artinya : Semua kepandaiannya/kemampuannya diperlihatkan sekaligus.

Seperti embun di daun keladi
Artinya :

  1. Orang yang tidak mempunyai pendirian yang tetap
  2. selalu berubah-ubah
  3. goyah.
Baca Juga :  Arti Peribahasa Ditindih Yang Berat, Dililit Yang Panjang

Akan dijadikan tabuh singkat, akan dijadikan genderang berlebih
Artinya : Serba tanggung

Dibalik-balik bagai memanggang
Artinya : Dipikirkan secara masak/matang.

Berdikit-dikit, lama-lama menjadi bukit
Artinya : Cermat dan rajin.

Ikan tergantung, kucing tunggu
Artinya : Berharap untuk memperoleh barang yang diinginkan/diidam-idamkan.

Jangan diperlelarkan timba ke perigi, kalau tak putus genting
Artinya : Janganlah dibiasakan berbuat jahat.

Langit akan disigai, tebat akan disiar
Artinya : Hendak melakukan sesuatu yang mustahil.

Bagai menunjukkan ilmu kepada orang menetek
Artinya : Melakukan pekerjaan yang tidak ada gunanya.

Seperti padi hampa, makin lama makin mencongak
Artinya : Perihal orang yang bodoh, semakin lama semakin sombong dan semakin besar omongannya.

Bergantung rambut sehelai
Artinya : Berada dalam keadaan yang sangat berbahaya.

Karena nila setitik, rusak susu sebelanga
Artinya :

  1. Karena kejahatan atau kesalahan yang kecil, hilang segala kebaikan yang telah diperbuat
  2. Hanya karena keburukan yang sedikit, semuanya menjadi buruk
Baca Juga :  Arti Peribahasa Hendak Melangkah Kaki Pendek, Hendak Mencapai Tangan Tak Sampai

Kalau ada asap, tentu ada api
Artinya : Segala sesuatu ada asal mulanya.

Tersesak bagai undang kepada yang runcing, tak dapat bertenggang lagi
Artinya : Orang yang sudah tidak berdaya.

Bagai kambing lepas ke parak
Artinya : Dapat memilih sesuatu sesuka hati. (parak = ladang)

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Luka Sudah Hilang, Parutnya Tinggal Juga”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *