Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Lurah Juga Diturut Air, Bukit Juga Dilejang Panas

Arti Peribahasa Lurah Juga Diturut Air, Bukit Juga Dilejang Panas

Arti Peribahasa Lurah Juga Diturut Air, Bukit Juga Dilejang Panas

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Lurah Juga Diturut Air, Bukit Juga Dilejang Panas

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Lurah juga diturut air, bukit juga dilejang panas

Orang yang berpengaruh/berkuasa juga yang mendapat penghormatan dan orang biasa berbuat jahat pula yang selalu dituduh.

Kesimpulan

Arti peribahasa lurah juga diturut air, bukit juga dilejang panas adalah orang yang berpengaruh/berkuasa juga yang mendapat penghormatan dan orang biasa berbuat jahat pula yang selalu dituduh.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa lurah juga diturut air, bukit juga dilejang panas, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Seperti Perahu Tidak Berjuragan

Guru kencing berdiri, murid kencing berlari
Artinya : Kelakuan murid (orang bawahan) selalu mencontoh guru (orang atasannya)

Berkelahi di dalam mimpi
Artinya : Melakukan sesuatu yang sia-sia.

Syarak yang mengata, adat yang memaksa
Artinya : Setiap daerah mempunyai adat-istiadat yang berbeda, tetapi pada dasarnya dengan tujuan yang sama.

Nyiur setandan tetapi berlain-lain jadinya
Artinya : Walaupun seibu dan sebapa (bersaudara), tetapi tabiatnya jauh berbeda.

Bunga dipetik perdu ditendang bunganya dipersunting, pangkalnya diberaki
Artinya : Hanya mau mengambil keuntungan saja (misal istri dikasihi, mertua dibenci)

Telah dijual, maka dibeli
Artinya :

  1. Pikirkan masak-masak sebelum mengerjakan sesuatu
  2. Pikirkan dahulu masak-masak sebelum sesuatu dikerjakan
Baca Juga :  Arti Peribahasa Manikam Selalu Juga Didapati Di Dalam Lipatan Kain Buruk Yang Robek

Telaga di bawah gunung
Artinya : Perempuan yang mendatangkan untung kepada suaminya

Kalau tidak ada senapang, baik berjalan lapang
Artinya : Jika tidak bersenjata atau bertenaga lebih baik mengalah.

Menggantang anak ayam
Artinya : Melakukan pekerjaan yang tidak mungkin atau sia-sia untuk dikerjakan

Karena sabut tebal, tempurungnya pun menjadi kebal
Artinya : Orang yang banyak memiliki kerabat dan sahabat pasti selamatlah hidupnya.

Membuat titian berakuk
Artinya :

  1. Memasang tipu muslihat untuk mencelakakan orang
  2. Memakai tipu muslihat untuk mencelakakan orang

Timbangan berat sebelah
Artinya : Keputusan yang tidak adil.

Bagai anjing buruk kepala
Artinya : Sangat sombong.

Mana busuk yang tidak berbau
Artinya : Kejahatan (kesalahan) akhirnya akan ketahuan juga

Neraca yang palingan, bungkal yang piawai
Artinya : Sangat adil dalam memberikan hukuman atau putusan (hakim)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Sedangkan Gajah Yang Besar Dan Berkaki Empat Lagi Terkadang Terserondong Dan Jatuh Tersungkur Ke Bumi

Cari umbut kena buku
Artinya : Mencari yang baik, mendapat yang buruk

Pagar makan padi
Artinya : Orang yang merusakkan barang yang diamanatkan kepadanya

Bergantung rambut sehelai
Artinya : Berada dalam keadaan yang sangat berbahaya.

Orang bini beranak tak boleh disuruh
Artinya : Pekerjaan yang tidak tetap selalu mendatangkan rugi

Kuat lilit karena simpulnya
Artinya : Kekuatan dari suatu organisasi, negara, dsb terletak pada persatuan anggotanya.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Lurah Juga Diturut Air, Bukit Juga Dilejang Panas”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *