Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Lurah Tidak Terturuni, Bukit Tidak Terdaki

Arti Peribahasa Lurah Tidak Terturuni, Bukit Tidak Terdaki

Arti Peribahasa Lurah Tidak Terturuni, Bukit Tidak Terdaki

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Lurah Tidak Terturuni, Bukit Tidak Terdaki

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Lurah tidak terturuni, bukit tidak terdaki

Teramat tua dan daif/tidak berkuasa.

Kesimpulan

Arti peribahasa lurah tidak terturuni, bukit tidak terdaki adalah teramat tua dan daif/tidak berkuasa.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa lurah tidak terturuni, bukit tidak terdaki, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Kalau ibu kaya anak jadi puteri, kalau anak kaya ibu jadi budak
Artinya : Perbedaan antara kasih sayang ibu dengan kasih sayang anak.

Baca Juga :  2 Arti Peribahasa Jangat (kulit Ari) Liat Kurang Panggang

Jika sengaja hendak bercekak pinggang, tinggallah rebana beralih ke gelanggang, tak tahu pipit tak tahu enggang, yang rapat kelak menjadi renggang
Artinya : Kalau sengaja mencari perselisihan, maka hancurlah kerukunan hidup kelak.

Menyeluduk sama bungkuk, melompat sama patah
Artinya : (persahabatan yang) seia sekata, sehina semalu

Telah mendapat gading bertuah, terbuang tanduk kerbau mati
Artinya : Karena mendapatkan sesuatu yang baru, yang lama diabaikan/ditinggalkan.

Bagai hantu makan dedak
Artinya : Bersungut-sungut (menggerutu) tanpa sebab.

Berarak ke tebing
Artinya : Melakukan pekerjaan yang mendapatkan kecelakaan atau kerugian

Tak usah diajar anak buaya berenang, ia sudah pandai juga
Artinya : Jangan mengajarkan/memberitahukan sesuatu kepada orang yang sudah memahaminya.

Seperti kapas yang dibusur
Artinya : Sangat putih dan bersih.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Tak Kaya Oleh Emas Pembawa, Tak Gadis Oleh Kain Bersalang

Lubuk akal lautan ilmu
Artinya : Sangat luas dan banyak pengetahuannya

Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah
Artinya : Setara/sederajat.

Sejak dunia terkembang,
Artinya :

  1. Mulai zaman dulu
  2. Sudah lama sekali

Kalau tiada emas sepiak, kerja di mana boleh jadi
Artinya : Orang miskin/rendahan tentulah tidak berdaya untuk memenuhi maksud hatinya (keinginannya).

Didengar ada, dipakai tidak
Artinya : Nasihat yang sia-sia.

Dada manusia tidak dapat diselam
Artinya : Pengetahuan (pemikiran) seseorang tidak dapat diduga.

Ada hujan ada panas, ada hari boleh balas
Artinya : Selalu ada kesempatan untuk membalas dendam

Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh ke tanah jua
Artinya : Betapa pun pandai atau hebatnya seseorang dalam suatu perkara/permasalahan ataupun pekerjaan, pasti memiliki kelemahan juga (pernah salah juga).

Baca Juga :  Arti Peribahasa Di Manakah Berteras Kayu Mahang

Lebih pucuk, lebih pelepah?
Artinya : Kiasan tentang yang mana lebih baik kawan lama atau kawan baru?

Ada bukit, ada paya
Artinya :

  1. Ada baik, ada jahat
  2. ada miskin, ada kaya.

Anjing menyalak bukit, takkan runtuh
Artinya : Orang baik yang dicela oleh orang jahat, kebaikannya tidak akan binasa.

Anak mati berkalang bapak, bapak mati berkalang anak
Artinya : Orang yang saling topang-menopang/bantu-membantu dalam segala hal.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Lurah Tidak Terturuni, Bukit Tidak Terdaki”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

4 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *