Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Makan Nasi Suap-suapan, Tetapi Menyambut Puan Kosong

Arti Peribahasa Makan Nasi Suap-suapan, Tetapi Menyambut Puan Kosong

Arti Peribahasa Makan Nasi Suap-suapan, Tetapi Menyambut Puan Kosong

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Makan Nasi Suap-suapan, Tetapi Menyambut Puan Kosong

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Makan nasi suap-suapan, tetapi menyambut puan kosong

Kawin menurut adat perkawinan biasa, tetapi ternyata perempuan itu sudah bukan perawan.

Kesimpulan

Arti peribahasa makan nasi suap-suapan, tetapi menyambut puan kosong adalah kawin menurut adat perkawinan biasa, tetapi ternyata perempuan itu sudah bukan perawan.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa makan nasi suap-suapan, tetapi menyambut puan kosong, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Sayang Akan Baju, Badan Binasa

Santan masak pasu, ampasnya tumpah ke tanah
Artinya : Orang tua yang membeda-bedakan perlakuannya terhadap anak-anaknya.

Bayang-bayang tidak sepanjang badan
Artinya : Berbuat sesuatu yang melebihi dari (tidak sesuai dengan) kemampuannya

Tongkat hati hubungan nyawa
Artinya : Seorang ibu yang sangat mengasihi anaknya.

Tepung kena ragi
Artinya : Sudah terjadi (berjalan baik-baik)

Hilang dicari, terapung direnangi, terbenam diselami
Artinya : Hal atau perkara yang tersembunyi, lalu diperiksa

Lalat langau mengerumuni bangkai
Artinya : Para lelaki yang berkumpul di rumah perempuan jahat.

Sudah masuk angin
Artinya : Perihal suatu perkara yang sudah dicampuri orang lain sehingga tidak benar lagi

Elok kata dalam mufakat, buruk kata di luar mufakat
Artinya : Apa yang hendak dikerjakan sebaiknya dibicarakan dulu dengan teman sejawat atau kaum keluarga, dan sebagainya

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bagai Bertanak Di Kuali

Alim bagai katak di tepi air
Artinya : Orangnya alim/berpengetahuan tetapi dia sendiri tidak mendapat faedah dari pengetahuannya itu.

Api nan tak kunjung padam
Artinya : Semangat yang hidup selamanya.

Bagai kacang direndang
Artinya : Suara yang tak putus-putus (tak henti-henti).

Sabung selepas hari petang
Artinya : Untung-untungan (usaha atau percobaan terakhir):

Hilang penjahit berkerbau-kerbau
Artinya : Lebih banyak ongkos untuk suatu perkara dibandingkan dengan harga barang/benda yang diperkarakan.

Tak beban batu digalas tiada beban mencari beban
Artinya : Sudah senang mencari kesusahan (kesukaran)

Ikan digulai sudah melompat
Artinya : Nasib malang/sial.

Kecil dikandung ibu, besar dikandung adat, mati dikandung tanah
Artinya : Manusia itu selalu terikat oleh tata tertib masyarakat, tidak pernah bebas sama sekali

Baca Juga :  Arti Peribahasa Akan Memikul Tiada Berbahu, Akan Menjunjung Kepala Luncung

Sekerat ular sekerat belut
Artinya : Orang yang bermuka dua (ikut ke sana kemari)

Seperti batang mengkudu, dahulu dengan bunga
Artinya : Perihal orang yang mau lekas marah sebelum diketahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahinya itu

Seperti rusa kena tambat
Artinya : Selalu gelisah (tidak tetap kedudukannya)

Silih berganti bagai ombak di tepi pantai
Artinya : Hidup bagai roda pedati, kadang di bawah kadang di atas, kadang senang kadang susah.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Makan Nasi Suap-suapan, Tetapi Menyambut Puan Kosong”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *