Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Manusia Punya Asa, Tuhan Punya Kuasa

Arti Peribahasa Manusia Punya Asa, Tuhan Punya Kuasa

Arti Peribahasa Manusia Punya Asa, Tuhan Punya Kuasa

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Manusia Punya Asa, Tuhan Punya Kuasa

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Manusia punya asa, Tuhan punya kuasa

Manusia hanya bisa berharap, sementara itu Tuhanlah yang mampu membuatnya terjadi.

Kesimpulan

Arti peribahasa manusia punya asa, tuhan punya kuasa adalah manusia hanya bisa berharap, sementara itu tuhanlah yang mampu membuatnya terjadi.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa manusia punya asa, tuhan punya kuasa, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Terang kabut, teduhlah hujan
Artinya : Sudah merasa tenang kembali setelah kesusahannya berlalu.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Tidaklah Gajah Yang Besar Diam Di Hutan Itu Ke Tangan Manusia

Nampak kulitnya tahulah isinya
Artinya : Sifat seseorang dapat dilihat dari rupa dan gerak-geriknya.

Gajah ditelan ular lidi
Artinya :

  1. Orang berkuasa yang dikalahkan oleh orang kecil/rendahan
  2. perempuan bangsawan yang diperisteri oleh orang kebanyakan/rakyat biasa.

Bak jung berat sebelah
Artinya :

  1. Hukuman atau pertimbangan yang kurang adil
  2. berat sebelah. (jung = sejenis kapal)

Tangguk rapat, keruntung bubus
Artinya : Suami pandai mencari uang, tetapi istrinya terlampau pemboros

Harapkan burung terbang tinggi, punai di tangan dilepaskan
Artinya : Karena mengharapkan keuntungan yang lebih besar namun belum tentu diperoleh, keuntungan yang kecil tetapi sudah pasti (sudah dalam genggaman) pun dilepaskan.

Darah setampuk pinang
Artinya : Belum berpengalaman.

Bagai siamang kurang kayu
Artinya : Sangat bersedih hati karena menderita kekurangan

Baca Juga :  Arti Peribahasa Berminyak Biar Lecah

Jejak selut kaki terbenam
Artinya : Membuat atau melakukan sesuatu yang tidak diketahui dan akhirnya kecewa. (selut = lumpur)

Bagai kuau mengigal
Artinya : Kehebatan dari rupa seseorang. (kuau = sejenis burung)

Si bungsu pengindang antah
Artinya : Anak yang tidak dapat dimanjakan, karena hidup miskin.

Sirih naik junjungan patah
Artinya : Baru hendak naik derajat kehidupannya sudah mendapat kesusahan

Tempayan tertiarap di air
Artinya : Tidak mau mendengarkan nasihat.

Kayu dikatakan batu, langit hendak dicapai dengan tangan
Artinya : Orang yang tidak sempurna akal pikirannya/picik.

Hitam dikatakan putih, putih dikatakan hitam
Artinya : Tidak mengatakan yang sebenarnya (yang baik dikatakan buruk dan sebaliknya)

Bagai puyuh laga
Artinya : Percakapan yang tiada akhir.

Bagai belacan dikerat dua, yang pergi busuk, yang tinggal anyir
Artinya : Perkara yang mendatangkan aib pada kedua belah pihak.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Agama Tanpa Ilmu, Lumpuh

Tebu di bibir
Artinya : Mengeluarkan kata-kata manis (untuk membujuk dan sebagainya)

Yang dikejar tiada dapat, yang dikandung berceceran
Artinya : Yang sudah ada binasa dan habis, yang dicari tiada dapat

Sepedih-pedihnya mata memandang, pedih juga kulit merasai
Artinya : Betapa pun pedihnya orang yang melihat penderitaan orang lain, masih lebih pedih lagi orang yang mengalami penderitaan tersebut.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Manusia Punya Asa, Tuhan Punya Kuasa”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

4 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *