Arti Peribahasa Membawa Lapik

Arti Peribahasa Membawa Lapik

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Membawa Lapik

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Membawa lapik

Tamu yang berkunjung membawa bekal atau makanan sendiri ke tempat ia datang atau menumpang

Kesimpulan

Arti peribahasa membawa lapik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah tamu yang berkunjung membawa bekal atau makanan sendiri ke tempat ia datang atau menumpang

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa membawa lapik, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Buruk muka cermin dibelah
Artinya :

  1. Menyalahkan orang atau hal lain meskipun sebenarnya dia sendiri yang salah, bodoh, dan sebagainya
  2. Karena aibnya (kesalahannya) orang lain dipersalahkan
  3. Karena kesalahan (kebodohan) sendiri, orang lain dipersalahkan

Ditating bagai minyak penuh
Artinya : Diperlakukan dengan sangat hati-hati.

Nan berat tidak terpikul, nan ringan tidak terjinjing
Artinya : Sudah terlalu tua.

Macam betung seruas
Artinya :

  1. Terlalu jujur
  2. lurus hati.

Mengais dulu maka makan
Artinya : Baru dapat makan sesudah bekerja berat (sukar hidupnya)

Mendabih menampung darah
Artinya : Sangat tamak

Tidak usak kerbau oleh penyembelihnya
Artinya : Bila memiliki kelebihan harta, hendaknya selalu berderma.

Orang tua diajar makan pisang
Artinya : Orang yang sudah tahu (ahli, pandai) tidak usah diajari

Mana ada buluh tidak berbuku?
Artinya : Tidak ada sesuatu yang sempurna.

Laksana layang-layang melawan angin
Artinya : Melakukan perbuatan yang sia-sia.

Ingin hati memandang pulau, sampan ada pengayuh tidak
Artinya : Hendak melakukan suatu pekerjaan tetapi alatnya tidak cukup.

Mumbang ditebuk tupai
Artinya : Dikatakan kepada anak perempuan yang masih kecil, tetapi sudah rusak

Kalau kucing keluar tanduk barulah ayam boleh bersusu
Artinya : Perkara yang mustahil.

Hendak terbang tiada bersayap
Artinya : Hendak berbuat sesuatu, tetapi tidak ada sarana

Ke mana angin yang deras, ke situ condongnya
Artinya : Pendirian yang tidak tetap.

Ada jarum, hendaklah ada benangnya
Artinya : Segala sesuatu itu pasti ada pasangannya.

Seperti kaduk kena air tahi
Artinya : Orang yang tidak lagi berharga di masyarakat, namun terkadang justru dapat berkembang maju.

Kalau seperti kundur labu, boleh dibelah
Artinya : Untuk menyatakan kebenaran dari suatu perkara.

Yang lahir memperlihatkan yang batin
Artinya : Perbuatan atau kelakuan menunjukkan sifat atau perasaan yang tersembunyi dari seseorang.

Bagai udang bertahi di kepala
Artinya : Orang yang sentiasa berhutang.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Membawa Lapik”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *