Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Mencit Seekor, Penggada Seratus

Arti Peribahasa Mencit Seekor, Penggada Seratus

Arti Peribahasa Mencit Seekor, Penggada Seratus

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Mencit Seekor, Penggada Seratus

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Mencit seekor, penggada seratus

Berhadapan dengan lawan yang banyak (lebih kuat dan sebagainya):

Kesimpulan

Arti peribahasa mencit seekor, penggada seratus menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah berhadapan dengan lawan yang banyak (lebih kuat dan sebagainya):

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa mencit seekor, penggada seratus, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Selepas bedil berbunyi, mencebur ikan dalam laut, berkokok ayam dalam hutan
Artinya : Sepatah kata pun dapat menggemparkan orang-orang.

Kalau bangkai galikan kuburnya, kalau hidup sediakan buaiannya
Artinya : Lebih baik menunggu dengan tenang apa yang akan terjadi, lalu mempertimbangkan langkah apa yang akan diambil

Sungguhpun lemak santan akhirnya basi jua
Artinya : Anak muda yang rupawan akhirnya akan tua juga.

Tertangkap kain
Artinya : Orang yang telah berbuat zina dan akhirnya tertangkap basah (rahasianya terbongkar).

Dagangan bersambut yang dijualnya
Artinya : Cerita dari orang lain yang diceritakannya.

Berat hati beratlah tulang
Artinya : Pekerjaan yang dilakukan secara terpaksa/enggan akan terasa berat walaupun hanya pekerjaan ringan.

Tertumbuk biduk dikelokkan, tertumbuk hati dikelokkan
Artinya : Orang yang sedang berusaha mencari pekerjaan dengan melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Seperti batang mengkudu, dahulu buah dari bunga
Artinya : Perihal orang yang lekas/cepat marah sebelum mengetahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahinya.

Bagai anjing beranak enam
Artinya : Orang yang sangat dibenci oleh masyarakat.

Seperti daun delima dengan bunganya
Artinya : Hidup yang tidak berguna.

Patah sayap bertongkat paruh
Artinya : Tidak putus-putusnya berusaha menyampaikan maksudnya

Amak berlela, amak berupa
Artinya : Banyak tabiat/perilaku, banyak sesuatu yang didapatkan/hasilnya. (amak = terlalu banyak)

Niat hati hendak memancing temenung, sudah terpancing ikan setoka
Artinya : Yang dihajati/dikehendaki berbeda dengan yang diperoleh.

Payah-payah dilamun ombak, tercapai juga tanah tepi
Artinya : Setelah beberapa lama menanggung susah, akhirnya tercapai juga cita-citanya

Tambah air tambah sagu
Artinya : Jika tugas/pekerjaan kita bertambah, maka penghasilan pun akan bertambah.

Anjing bercawat ekor
Artinya : Pergi atau menghindar karena malu dan lain hal.

Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya
Artinya : Usaha yang tiada henti (pantang menyerah) pasti akan membuahkan hasil yang baik.

Memakuk dengan punggung lading
Artinya : Sangat menyakiti hati orang

Ubun-ubun masih bergerak sudah angkuh
Artinya : Orang yang belum berpengalaman, tetapi sudah sombong.

Sudah di depan mata
Artinya : Sudah dekat (hampir datang)

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Mencit Seekor, Penggada Seratus”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *