Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Musim Kemarau Menghilirkan Baluk

Arti Peribahasa Musim Kemarau Menghilirkan Baluk

Arti Peribahasa Musim Kemarau Menghilirkan Baluk

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Musim Kemarau Menghilirkan Baluk

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Musim kemarau menghilirkan baluk

Melakukan usaha yang tidak sesuai dengan musimnya (waktunya)

Kesimpulan

Arti peribahasa musim kemarau menghilirkan baluk menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah melakukan usaha yang tidak sesuai dengan musimnya (waktunya)

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa musim kemarau menghilirkan baluk, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Kalau bersahabat cari sama babat
Artinya : Pilihlah kawan dari golongan sendiri/yang sama. (babat = pasang, suku, golongan)

Berarak tidak berlari
Artinya : Melakukan sesuatu sebagaimana mestinya

Sebagai anai-anai bubus
Artinya : Berduyun-duyun atau berkerumun banyak sekali

Masuk tiga, keluar empat
Artinya : Pengeluaran lebih besar daripada pendapatan

Diam seribu basa
Artinya : Diam sama sekali (tidak berkata sepatah pun)

Kerbau dipegang tali hidungnya, manusia dipegang pada katanya
Artinya : Setiap janji haruslah ditepati, karena harga diri manusia terletak pada kemampuannya untuk menepati janjinya.

Minyak dengan air adakah bolehkah bercampur? minyak dan air masa sama
Artinya : Orang yang bermusuhan atau yang tidak sehaluan mustahil dapat dicampurkan jadi satu

Sebagai bisul hampir memecah
Artinya : Menghadapi suatu kesulitan yang hampir terhindar (hampir teratasi)

Bak mandi di air kiambang, pelak lepas gatal pun datang
Artinya : Sesuatu yang diperoleh itu sekalipun berguna juga, tetapi kemudian men datangkan yang lebih menyiksa

Berkubu sebelum alah
Artinya : Berjaga-jaga/bersiap-siap sebelum mendapatkan kesulitan.

Sudah di depan mata
Artinya : Sudah dekat (hampir datang)

Tidak makan benang
Artinya :

  1. Tidak masuk akal
  2. Tidak benar

Rambut sama hitam, pikiran berlain-lainan
Artinya : Lain orang lain pula tujuan yang ingin dicapai.

Dimana tembilang terentak, disitu cendawan tumbuh
Artinya : Dimana timbul perkara/permasalahan maka disana pulalah diselesaikan.

Sawah luas tahan tua, rumah gedang tahan tonggak
Artinya : Dalam hal meminjam uang haruslah ada jaminannya.

Berapalah tajam pisau parang, tajamlah lagi mulut manusia
Artinya : Kata-kata yang diucapkan itu lebih tajam dibandingkan senjata tajam karena dapat menyakiti perasaan orang lain tanpa meninggalkan bekas luka yang tampak.

Harap hendak melonjak, kopiah pesuk
Artinya : Semua harta kekayaan habis dibelanjakan demi hidup mewah.

Ayam putih terbang siang, hinggap di halaman, terang kepada mata orang banyak
Artinya : Perkara yang nyata dan mudah ketahuan.

Yang benar bawa lalu, yang salah bawa surut
Artinya : Petiklah pesan berharga/hikmah dalam setiap peristiwa hidup dan buanglah/lupakanlah hal-hal yang kurang baik.

Banyak orang banyak ragam nya
Artinya : Tiap-tiap orang mempunyai pendapat (kemauan) sendiri-sendiri

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Musim Kemarau Menghilirkan Baluk”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *