Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Nafsu-nafsu, Raja Di Mata Sultan Di Hati

Arti Peribahasa Nafsu-nafsu, Raja Di Mata Sultan Di Hati

Arti Peribahasa Nafsu-nafsu, Raja Di Mata Sultan Di Hati

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Nafsu-nafsu, Raja Di Mata Sultan Di Hati

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Nafsu-nafsu, raja di mata sultan di hati

Menuruti kehendak hati sendiri.

Kesimpulan

Arti peribahasa nafsu-nafsu, raja di mata sultan di hati adalah menuruti kehendak hati sendiri.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa nafsu-nafsu, raja di mata sultan di hati, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Geleng seperti patung kenyang
Artinya :

  1. Berjalan dengan sombong
  2. Congkak
Baca Juga :  Arti Peribahasa Seluas Dada Tuma

Kelekatu hendak terbang ke langit
Artinya : Hendak mencapai sesuatu yang tidak mungkin

Bagai membakar tunam basah
Artinya : Hal mengajar anak yang bodoh, sukar dimengerti (diterima) pelajaran itu olehnya

Laut budi tepian akal
Artinya : Seseorang yang banyak ilmu dan bijaksana

Kuat ketam karena sepit
Artinya : Seseorang ditakuti hanya selama ia berkuasa

Berdiang di abu dingin
Artinya : Tidak mendapat apa-apa (dari saudara, tuan rumah, dan sebagainya)

Umpama dawai
Artinya : Pekerjaan yang dilakukan dengan kurang teliti.

Anjing biasa makan tahi, jika tak makan mencium ada juga
Artinya : Orang yang biasa berbuat jahat, sekali-sekali akan teringat juga untuk mengulanginya.

Untung bagai roda pedati, sekali ke bawah sekali ke atas
Artinya : Nasib seseorang selalu bertubah.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Belum Betul Membilang Jari, Sudah Hendak Berkuasa Sendiri

Dimana kelintung berbunyi, disitu kerbau tinggal diam
Artinya :

  1. Dimana perintah yang baik maka disanalah rakyatnya hidup rukun
  2. negeri yang aman memiliki penduduk yang ramai.

Niat di hati hendak memeluk gunung, sudah terpeluk biawak celaka
Artinya : Berhajat/menghendaki sesuatu yang baik, tetapi justru yang buruk yang diperoleh.

Bak ras kuda pula kukuran
Artinya : Orang miskin bertingkah seperti orang kaya.

Duduk berkurung siang malam
Artinya : Orang yang sangat jarang keluar dari rumahnya.

Bagai mengail kucing hanyut
Artinya : Perbuatan yang sia-sia.

Alah mahu, bertimbang enggan, cungkil merih akan pembayar
Artinya : Tidak menepati janji dan menentang balik orang yang diberinya janji.

Kurang budi teraba-raba, tidak ilmu suluh padam
Artinya : Orang yang kurang siasat dalam suatu perkara, akhirnya hanya akan mendapatkan kesulitan.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Sehabis Rabuk, Sehabis Putaran

Bahu memikul, hati menyokong
Artinya :

  1. Melakukan sesuatu secara sukarela
  2. tanpa paksaan.

Bajak selalu di tanah yang lembut
Artinya : Orang yang selalu menderita adalah orang yang lemah

Tinggi dianjang besar dilambuk
Artinya : Kebesaran sesorang karena dimuliakan oleh anak buahnya.

Hendak memadam api tengah menyala, disiramkan minyak pula ke atasnya
Artinya : Memperburuk keadaan terhadap orang yang sedang marah.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Nafsu-nafsu, Raja Di Mata Sultan Di Hati”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *