Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Neraca Palingan Bungkal, Hati Palingan Tuhan

Arti Peribahasa Neraca Palingan Bungkal, Hati Palingan Tuhan

Arti Peribahasa Neraca Palingan Bungkal, Hati Palingan Tuhan

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Neraca Palingan Bungkal, Hati Palingan Tuhan

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Neraca palingan bungkal, hati palingan Tuhan

Pikiran atau pendirian orang mudah berubah-ubah

Kesimpulan

Arti peribahasa neraca palingan bungkal, hati palingan tuhan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pikiran atau pendirian orang mudah berubah-ubah

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa neraca palingan bungkal, hati palingan tuhan, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Tidur bertilam air mata
Artinya : Sangat sedih karena merindukan kekasih

Gaharu dibakar kemenyan berbau
Artinya : Memperlihatkan kelebihannya supaya dipercayai orang

Punggung parang sekalipun jika selalu diasah, akan tajam juga
Artinya : Sebodoh-bodoh orang, apabila selalu belajar, akan pandai juga

Anak kambing takkan menjadi anak harimau
Artinya : Orang yang bersifat pengecut/penakut tidak akan pernah menjadi pemberani.

Ada air, ada ikan
Artinya : Ada negeri tentulah ada rakyatnya.

Sedikit bicara banyak bekerja
Artinya :

  1. Lebih baik buktikan dalam hal pekerjaan daripada terlalu banyak berbicara
  2. orang yang mapan dalam melakukan suatu pekerjaan tetapi tidak banyak bicara.

Lawak-lawak main, bunga tahi
Artinya : Bersenda-gurau yang akhirnya mendatangkan kegaduhan/keributan.

Bermalam di bawah nyiur pinang orang, kata orang diturut
Artinya : Hendaklah kita mengikuti adat-istiadat negeri yang kita tempati

Senjata makan tuan
Artinya : Sesuatu yang direncanakan untuk mencelakakan orang lain, tetapi berbalik mengenai diri sendiri

Musim kemarau menghilirkan baluk
Artinya : Melakukan usaha yang tidak sesuai dengan musimnya (waktunya)

Asal berinsang, ikanlah
Artinya : Tidak pilih-pilih (pekerjaan, makanan, perempuan, dan sebagainya)

Dibalik-balik bagai memanggang
Artinya : Dipikirkan secara masak/matang.

Walaupun disepuh emas lancung, kilat tembaga tampak
Artinya : Bagaimana pun orang jahat/biadab diajari, tetap saja sifatnya yang jahat/biadab itu akan kelihatan juga.

Habis tenggang dan kelakar
Artinya : Sudah tidak berdaya.

Mati kuau karena bunyinya
Artinya : Mendapat kecelakaan karena kata-katanya sendiri

Turut hati yang geram, hilang takut timbul keberanian
Artinya : Orang yang penakut akan menjadi sangat berani jika ia sedang terpojok ataupun saat sedang marah.

Bagai limau masam sebelah
Artinya :

  1. Hukuman atau pertimbangan yang kurang adil
  2. berat sebelah.

Bagaimana tidak kumbang jinak terbang beredar, jika tidak karena bunga kembang di taman
Artinya : Para pemuda tidak akan mondar-mandir di dekat rumah jika tidak karena perawan cantik ada disana.

Tegak sama tinggi, duduk sama rendah
Artinya : Sama tingkatnya (derajat kedudukannya)

Apabila orang miskin menghendaki uang, dia mendapat anak, apabila orang kaya menghendaki anak, dia mendapat uang
Artinya :

  1. Hasil yang tidak sesuai dengan keinginan
  2. sesuatu yang diharapkan tidak sama dengan yang diperoleh.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Neraca Palingan Bungkal, Hati Palingan Tuhan”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *