Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Payah-payah Dilamun Ombak, Tercapai Juga Tanah Tepi

Arti Peribahasa Payah-payah Dilamun Ombak, Tercapai Juga Tanah Tepi

Arti Peribahasa Payah-payah Dilamun Ombak, Tercapai Juga Tanah Tepi

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Payah-payah Dilamun Ombak, Tercapai Juga Tanah Tepi

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Payah-payah dilamun ombak, tercapai juga tanah tepi

Setelah beberapa lama menanggung susah, akhirnya tercapai juga cita-citanya

Kesimpulan

Arti peribahasa payah-payah dilamun ombak, tercapai juga tanah tepi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah setelah beberapa lama menanggung susah, akhirnya tercapai juga cita-citanya

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa payah-payah dilamun ombak, tercapai juga tanah tepi, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Air tenang menghanyutkan
Artinya : Orang yang pendiam, tetapi banyak pengetahuannya

Niat hati nak peluk gunung, apakan daya tangan tak sampai
Artinya : Menginginkan sesuatu yang besar tetapi tidak berdaya untuk meraihnya karena kekurangan akal dan alat.

Sayap singkat, terbang hendak jauh
Artinya : Hendak berbuat sesuatu yang melebihi kemampuan

Serigala dengan anggur
Artinya : Sikap seseorang yang mencela sesuatu yang sangat diingininya dan berusaha memerolehnya, tetapi gagal

Seperti menepung tiada betas
Artinya : Pekerjaan yang dilaksanakan tanpa kepandaian/keahlian yang memadai sangat jarang akan berakhir baik/sesuai harapan.

Diminta tebu diberi tembarau
Artinya : Apa yang diberikan berbeda dengan yang diminta. (tembarau = gelagah,Erianthus Arundinaceus)

Hati gatal mata digaruk
Artinya :

  1. Sangat ingin, tetapi tidak kuasa menyampaikan keinginannya itu
  2. Menyalahkan orang yang tidak bersalah

Mengepit kepala harimau
Artinya : Menakut-nakuti orang lain

Sampan upih berdayung bilah
Artinya : Mengerjakan sesuatu dengan peralatan yang tidak memadai.

Panas setahun dihapuskan hujan sehari
Artinya : Kebaikan yang banyak hilang karena kesalahan yang sedikit saja

Berapalah tajam pisau parang, tajamlah lagi mulut manusia
Artinya : Kata-kata yang diucapkan itu lebih tajam dibandingkan senjata tajam karena dapat menyakiti perasaan orang lain tanpa meninggalkan bekas luka yang tampak.

Memberi lauk kepada orang membantai
Artinya : Memberi pertolongan kepada orang yang tidak perlu ditolong (orang kaya dan sebagainya)

Orang berdendang di pentas nya
Artinya : Orang laki-laki berkuasa dalam rumah tangganya

Bergurindam di tengah rimba
Artinya : Menunjukkan kepandaian di depan orang bodoh/orang yang tidak mengerti.

Becermin di air keruh
Artinya : Mencontoh perbuatan yang kurang baik

Seperti memalu ular dengan benih, ular jangan mati, benih jangan rusak
Artinya : Hukum yang sangat adil.

Yang terpelanting akan dipilih, yang terserat tidak dikampungkan lagi
Artinya : Hendaknya hidup itu dijalani dengan sederhana dan tidak berfoya-foya.

Jika baik ada cacatnya
Artinya : Tidak ada yang sempurna.

Pekak pembakar meriam
Artinya : Tiap-tiap orang ada gunanya

Besar kapal besar gelombang
Artinya : Makin tinggi pangkatnya atau makin besar perniagaannya, makin banyak pula risikonya

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Payah-payah Dilamun Ombak, Tercapai Juga Tanah Tepi”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *