Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Santan Masak Pasu, Ampasnya Tumpah Ke Tanah

Arti Peribahasa Santan Masak Pasu, Ampasnya Tumpah Ke Tanah

Arti Peribahasa Santan Masak Pasu, Ampasnya Tumpah Ke Tanah

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Santan Masak Pasu, Ampasnya Tumpah Ke Tanah

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Santan masak pasu, ampasnya tumpah ke tanah

Orang tua yang membeda-bedakan perlakuannya terhadap anak-anaknya.

Kesimpulan

Arti peribahasa santan masak pasu, ampasnya tumpah ke tanah adalah orang tua yang membeda-bedakan perlakuannya terhadap anak-anaknya.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa santan masak pasu, ampasnya tumpah ke tanah, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Sambil berdiang nasi masak
Artinya : Sekali menggarap suatu tugas, dua tiga maksud sekaligus tercapai

Baca Juga :  Arti Peribahasa Sebesar-besarnya Bumi Dilempar Tak Kena

Rumah gendang bersendi perak
Artinya : Bangsawan yang kaya.

Atap rumbia ijuk perabung upih
Artinya : Barang yang baik bercampur dengan barang yang buruk

Bagai dekan di bawah pangkal buluh
Artinya : Seseorang yang pandai menyimpan rahasia

Diam penggali berkarat
Artinya : Ilmu pengetahuan yang hanya disimpan (tidak diamalkan dan diajarkan) maka lama-kelamaan akan hilang.

Selapit seketiduran sebantal sekalang gulu
Artinya : Persahabatan yang sangat karib.

Bagai padi hendakkan dedak, bagai laki hendakkan gendak
Artinya : Orang yang suka menolak suatu pemberian yang baik dan gemar melakukan pekerjaan buruk/maksiat.

Seperti lampu kekurangan minyak
Artinya :

  1. Perihal seseorang yang hidupnya sangat melarat
  2. Perihal seseorang yang penyakitnya sudah sangat parah (sudah hampir mati)

Wau melawan angin
Artinya : Perbuatan yang sia-sia

Baca Juga :  Arti Peribahasa Selapit Seketiduran Sebantal Sekalang Gulu

Angus tiada berapi, karam tiada berair
Artinya : Menderita kesusahan karena kematian atau kehilangan kekasih. (angus = hangus)

Sesat surut, terlangkah kembali
Artinya : Memperbaiki kesalahan yang telah dibuat

Hati bagai baling-baling baling-baling di atas bukit
Artinya : Tidak tetap hatinya (pendiriannya)

Bermimpi mendapat emas, takkan membuat pura, bermimpi mendapat padi, takkan membuat lumbung
Artinya : Sebelum menasihati supaya berdamai dalam sesuatu perselisihan, hendaklah melihat lebih dahulu jika perselisihan itu seperti mimpi yang tidak dapat diterima sebagai suatu kenyataan.

Seperti burung gagak pulang ke benua
Artinya : Keadaan dan sifatnya tetap saja meskipun telah jauh merantau

Seperti harimau menyembunyikan kuku
Artinya : (ungkapan untuk) orang yang menyembunyikan kepandaiannya dan sebagainya

Alim bagai katak di tepi air
Artinya : Orangnya alim/berpengetahuan tetapi dia sendiri tidak mendapat faedah dari pengetahuannya itu.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Melukut Tinggal Sekam Melayang

Tinggal di tabung diuntungkan, tinggal di aweh dikiraikan
Artinya : Segala sesuatu telah diberikan sepenuhnya.

Baik rupa sepemandangan, baik bunyi sependengaran
Artinya :

  1. Cocok
  2. Seia sekata

Ayam ditambat disambar elang, padi di tangan tumbuh lalang
Artinya :

  1. Malang sekali
  2. nasib yang buruk.

Rendah gunung, tinggi harapan
Artinya :

  1. Orang bijak yang mempunyai cita-cita yang tinggi
  2. menaruh harapan yang sangat besar.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Santan Masak Pasu, Ampasnya Tumpah Ke Tanah”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *