Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Sebelum Ajal Berpantang-pantang Mati

Arti Peribahasa Sebelum Ajal Berpantang-pantang Mati

Arti Peribahasa Sebelum Ajal Berpantang-pantang Mati

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Sebelum Ajal Berpantang-pantang Mati

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Sebelum ajal berpantang-pantang mati

Hidup dan mati seseorang hanya Tuhan yang dapat menentukan.

Kesimpulan

Arti peribahasa sebelum ajal berpantang-pantang mati adalah hidup dan mati seseorang hanya tuhan yang dapat menentukan.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa sebelum ajal berpantang-pantang mati, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Janjian antah tidak ceruh
Artinya : Nasib malang/sial.

Baca Juga :  2 Arti Peribahasa Lunak Gigi Dari Lidah

Laut ditimba akan kering
Artinya : Betapa pun banyaknya harta, jika selalu dibelanjakan, akhirnya akan habis juga

Bagai gagak menggonggong telur
Artinya : Orang hodoh yang berpakaian bagus.

Tak tahu ujung pangkalnya
Artinya : Tidak tahu-menahu mengenai sesuatu hal.

Seperti itik mendengar guntur
Artinya : Mengharap-kan peruntungan dan sebagainya yang tidak tentu datangnya

Ditolak tak tumbang
Artinya :

  1. Pendirian yang teguh
  2. orang yang banyak harta.

Kebanyakan halilintar kurang hujan
Artinya : Banyak bicara, tetapi kenyataannya sangat sedikit.

Semanis-manisnya gula ada pasir di dalamnya, sepahit-pahitnya mambu kelatnya menjadi obat
Artinya : Kata-kata manis terkadang bisa menipu, sedangkan kata-kata keras/kasar terkadang bisa bermanfaat karena berisi nasihat.

Ibarat rumput yang sudah kering, ditimpa hujan segar kembali
Artinya : Orang melarat yang mendapatkan pertolongan.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Siang Bagai Hari, Terang Bagai Bulan

Siang bagai hari, terang bagai bulan
Artinya : Perihal kasus atau perkara yang sudah jelas.

Layang-layang putus talinya
Artinya : Seseorang yang sudah putus harapan, sudah tidak berdaya lagi, hanya terserah kepada nasib

Hidup bertimba uang
Artinya : Hidup boros (serba mewah, banyak membelanjakan uang)

Hari baik dibuang-buang, hari buruk dikejar-kejar
Artinya : Waktu yang baik dibiarkan berlalu, kemudian tergopoh-gopoh mengerjakan sesuatu di waktu yang sudah sempit/sedikit.

Tercoreng arang di dahi kening, muka
Artinya : Mendapat malu

Sudah mati kutu nya
Artinya :

  1. Sudah hilang kekuatannya
  2. Tidak berbuat apa-apa lagi
  3. Celah

Laksana pohon kayu tiada berbuah
Artinya : Ilmu yang tidak diamalkan.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bagai Melompati Pagar Tiga Hasta, Akan Dilompati Rendah, Akan Dilangkahi Tinggi

Jika tak lalu dandang di air, di gurun dirangkakkan ditanjakkan
Artinya : Menggunakan segala daya upaya untuk mencapai maksud

Bertabur bijan ke tasik
Artinya : Membuang-buang uang (waktu dan tenaga)

Air dalam terenang
Artinya : Hidup yang tenang dan tenteram. (terenang = tempat air yang dibuat dari tanah liat)

Laba sama dibagi, rugi sama diterjuni
Artinya : Bersahabat sehidup semati

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Sebelum Ajal Berpantang-pantang Mati”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *