Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Sedepa Tanduk Yang Datang, Sejengkal Tanduk Yang Menanti, Payah Juga Yang Datang

Arti Peribahasa Sedepa Tanduk Yang Datang, Sejengkal Tanduk Yang Menanti, Payah Juga Yang Datang

Arti Peribahasa Sedepa Tanduk Yang Datang, Sejengkal Tanduk Yang Menanti, Payah Juga Yang Datang

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Sedepa Tanduk Yang Datang, Sejengkal Tanduk Yang Menanti, Payah Juga Yang Datang

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Sedepa tanduk yang datang, sejengkal tanduk yang menanti, payah juga yang datang

Lebih susah untuk mengadu nasib di negeri orang daripada di negeri sendiri.

Kesimpulan

Arti peribahasa sedepa tanduk yang datang, sejengkal tanduk yang menanti, payah juga yang datang adalah lebih susah untuk mengadu nasib di negeri orang daripada di negeri sendiri.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa sedepa tanduk yang datang, sejengkal tanduk yang menanti, payah juga yang datang, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Teralang-alang Bagaikan Sampah Di Mata

Beliung yang besar hayun, kecil makannya
Artinya : Banyak bicara/berteori tetapi hasilnya sedikit.

Marahkan tikus rengkiang dibakar
Artinya : Takut akan bahaya yang kecil, keuntungan yang besar dibuang dan akhirnya merana/kecewa.

Jikalau tidak berada-ada ada berada, ada mengada, masakan tempua bersarang rendah
Artinya : Jika tidak ada sebab-sebabnya (sesuatu yang tersembunyi), tentu tidak akan terjadi yang luar biasa

Kalau bukan rezeki, di mulut lari ke luar
Artinya : Rezeki yang belum dapat ditentukan.

Buruk perahu, buruk pangkalan
Artinya : Tidak sudi lagi menginjak rumah bekas istrinya atau tempat bekerja yang telah ditinggalkan

Aku kalah engkaulah menang
Artinya : Tidak malu untuk mengakui kekalahan.

Deras datang dalam kena
Artinya : Pekerjaan yang dikerjakan secara terburu-buru kelak akan mendatangkan kerugian/kesusahan.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bertemu Muka Dengan Tedung

Tidak berisi lagi, tinggal koyakan
Artinya : Sudah tidak berdaya dan hanya bisa menunggu kehancuran.

Angkat batang keluar cacing gelang-gelang
Artinya : Bersusah payah dalam mengerjakan sesuatu, tetapi tidak ada faedah yang diperoleh.

Seperti kepiting tidak tahu bungkuknya sebagai udang tak tahu bungkuknya
Artinya : Orang yang tidak tahu akan cacatnya, tidak sadar akan kebodohan dan kekurangannya

Seperti parang bermata dua
Artinya : Mendapat keuntungan dari kedua belah pihak

Berkelahi di dalam mimpi
Artinya : Melakukan sesuatu yang sia-sia.

Semangat harimau
Artinya : Sanggup melakukan pekerjaan dengan resiko besar.

Sumbing melalui ratak melampaui garis
Artinya : Seseorang yang memiliki kesalahan yang sangat besar.

Tidak belum (bau) telunjukmu
Artinya :

  1. Tak boleh jadi
  2. Mustahil begitu

Bertukar jalan sekandang tidak sebau, seia bertukar sebut
Artinya : Berlainan pendapat (caranya) meskipun maksudnya sama

Baca Juga :  Arti Peribahasa Dilahir Serupa Tidak, Dibatin Menggunting Angin

Belut pulang ke lumpur
Artinya : Kembali ke asalnya.

Lurus-lurus ekor anjing, walau bagaimanapun ada juga bengkoknya
Artinya : Orang yang sudah terbiasa berbuat jahat, sekali-sekali pasti akan teringat untuk mengulangi perbuatan jahatnya.

Tak boleh bertemu roma
Artinya : Selalu berselisih (bertengkar dan sebagainya)

Bagai rupa tungkahan
Artinya : Sangat buruk. (tungkahan = kayu landasan di dapur)

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Sedepa Tanduk Yang Datang, Sejengkal Tanduk Yang Menanti, Payah Juga Yang Datang”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *