Info Pendidikan Terbaru Peribahasa 3 Arti Peribahasa Seikat Bagai Sirih, Serumpun Bagai Serai

3 Arti Peribahasa Seikat Bagai Sirih, Serumpun Bagai Serai

Arti Peribahasa Seikat Bagai Sirih, Serumpun Bagai Serai

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Seikat Bagai Sirih, Serumpun Bagai Serai

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Seikat bagai sirih, serumpun bagai serai

  1. Seia sekata
  2. Sehina semalu
  3. Bersama-sama menanggung untung dan rugi atau senang dan derita

Kesimpulan

Arti peribahasa seikat bagai sirih, serumpun bagai serai menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah seia sekata; sehina semalu; bersama-sama menanggung untung dan rugi atau senang dan derita

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa seikat bagai sirih, serumpun bagai serai, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Tanah tumpah darahku
Artinya : Tempat kelahiran.

Sengsara membawa nikmat
Artinya : Orang yang semula hidupnya menderita, namun kemudian dapat hidup bahagia karena pantang menyerah dalam berusaha.

Tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan
Artinya : Tetap tidak berubah selamanya (tentang adat)

Selama capung cebok
Artinya : Suatu perkara/permasalahan yang diputuskan/diselesaikan dengan mudah tanpa pertimbangan yang matang.

Bersukat darah, bertimbang daging (dengan)
Artinya : Berperang mati-matian (dengan)

Merajuk kepada yang kasih sayang
Artinya : Sesuatu yang tidak mungkin terjadi

Hilir malam mudik tak singgah, daun nipah dikatakan daun abu
Artinya : Merasa malu, segan, dan sebagainya karena sudah berutang budi atau karena perkariban

Di mana ranting dipatah, di situ air disauk
Artinya : Setiap orang hendaklah menurut adat kebiasaan di negeri tempat tinggalnya

Gajah terum di tengah rumah
Artinya : Orang besar/berkuasa yang bertamu ke rumah orang miskin, sehingga menyusahkan orang yang menerimanya itu. (terum = duduk)

Hendak tinggi terlalu, jatuh
Artinya : Karena terlalu hendak meninggikan diri, akhirnya hanya mendapat malu.

Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai
Artinya : Ingin akan sesuatu yang besar tetapi tidak berdaya (karena kekurangan akal dan alat) untuk meraihnya/mendapatkannya.

Berat sepikul, ringan sejinjing
Artinya : Bersama- sama dalam suka dan duka

Mati anak berkalang bapak, mati bapak berkalang anak
Artinya : Anak dan bapak wajib tolong-menolong

Ingat sebelum kena, berhemat sebelum habis
Artinya : Ikhtiar harus dijalankan sebelum terlambat

Ada uang ada barang
Artinya : Jika sanggup membayar banyak akan mendapat barang yang lebih baik

Untung sebagai roda pedati
Artinya : Nasib manusia selalu berputar/berubah, tidak selamanya baik dan tidak selamanya buruk.

Kalau laba bercikun-cikun, buruk diberi tahu orang
Artinya : Apabila beroleh kesenangan diam saja, tetapi apabila menderita kesusahan berkeluh kesah atau minta tolong kepada orang lain

Melukut di tepi gantang
Artinya : Perkara kecil yang tidak mendapat perhatian

Sayang akan baju, badan binasa
Artinya : Karena terlalu sayang terhadap keluarga/kerabatnya, ia mendapatkan musibah.

Hendak mengepal pasir kering
Artinya : Ingin melakukan pekerjaan yang sangat sulit untuk dilakukan.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Seikat Bagai Sirih, Serumpun Bagai Serai”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *