Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Selepas Bedil Berbunyi, Mencebur Ikan Dalam Laut, Berkokok Ayam Dalam Hutan

Arti Peribahasa Selepas Bedil Berbunyi, Mencebur Ikan Dalam Laut, Berkokok Ayam Dalam Hutan

Arti Peribahasa Selepas Bedil Berbunyi, Mencebur Ikan Dalam Laut, Berkokok Ayam Dalam Hutan

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Selepas Bedil Berbunyi, Mencebur Ikan Dalam Laut, Berkokok Ayam Dalam Hutan

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Selepas bedil berbunyi, mencebur ikan dalam laut, berkokok ayam dalam hutan

Sepatah kata pun dapat menggemparkan orang-orang.

Kesimpulan

Arti peribahasa selepas bedil berbunyi, mencebur ikan dalam laut, berkokok ayam dalam hutan adalah sepatah kata pun dapat menggemparkan orang-orang.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa selepas bedil berbunyi, mencebur ikan dalam laut, berkokok ayam dalam hutan, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Anak Sendiri Disayang, Anak Tiri Dihardik

Berdikit-dikit, lama-lama menjadi bukit
Artinya : Cermat dan rajin.

Hidup di ujung gurung orang
Artinya : Orang yang hidup melarat

Seumpama telur sesarang dierami induknya
Artinya : Anak yang maju dan sukses karena mendapatkan bimbingan/didikan dari orang tuanya.

Bagai ikan dalam keroncong
Artinya :

  1. Tidak tertolong lagi
  2. Tidak ada harapan lagi untuk meloloskan diri

Kalau kubuka tempayan budu, barulah tahu
Artinya : Kalau dibuka rahasianya, tentulah akan mendapat malu.

Sawah berpematang berpiring ladang berbintalak
Artinya : Segala sesuatu ada batasnya

Tidur orang alim lebih baik daripada puasa orang jahat
Artinya : Nasihat orang yang bijaksana lebih baik dari pada pemberian harta dari orang yang berperangai buruk.

Hulu mujur pandai bertenggang bertengkar, hulu baik pandai memakai
Artinya : Pandai hidup dan pandai bergaul

Baca Juga :  Arti Peribahasa Berkemudi Di Haluan, Bergilir Ke Buritan

Tangguk lerek dengan bingkainya
Artinya : Suami istri yang hidup rukun sampai tua

Jangan puntung berasap jua
Artinya : Janganlah mengungkit-ungkit perselisihan/perkara yang sudah diselesaikan.

Mati semut karena gula manisan
Artinya : Orang yang mendapat bencana (tertipu dan sebagainya) karena bujuk dan rayuan yang menyenangkan

Membandarkan air ke bukit
Artinya : Mengerjakan sesuatu dengan sia-sia

Tidak masuk buku
Artinya : Tidak masuk dalam hitungan

Telentang sama menadah embun, tertiarap sama memakan pasir
Artinya :

  1. Sehidup semati
  2. senasib sepenanggungan.

Bagai anjing beranak enam
Artinya : Orang yang sangat dibenci oleh masyarakat.

Seperti kucing dengan tikus
Artinya : Tidak pernah akur.

Ada nasi di balik kerak
Artinya : Masih ada sesuatu yang belum diselesaikan atau belum diperhatikan.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Berkepanjangan Bagai Agam

Malas bergarit, perut perit
Artinya : Malas berusaha tentulah kelaparan/kesusahan. (garit = gerak) (perit = pedih)

Jika tidak dipecah ruyung, di mana boleh mendapat sagu
Artinya : Suatu maksud/tujuan tidak akan pernah tercapai jika tidak mau berusaha/bersusah payah.

Masuk ambung tak masuk bilang
Artinya : Masuk ke dalam majlis/perkumpulan yang besar tetapi tidak masuk hitungan (karena hina atau bodoh).

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Selepas Bedil Berbunyi, Mencebur Ikan Dalam Laut, Berkokok Ayam Dalam Hutan”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *