Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Sembahyang Diberi Waktu, Janji Diberi Berketika

Arti Peribahasa Sembahyang Diberi Waktu, Janji Diberi Berketika

Arti Peribahasa Sembahyang Diberi Waktu, Janji Diberi Berketika

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Sembahyang Diberi Waktu, Janji Diberi Berketika

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Sembahyang diberi waktu, janji diberi berketika

Segala sesuatu ada masanya.

Kesimpulan

Arti peribahasa sembahyang diberi waktu, janji diberi berketika adalah segala sesuatu ada masanya.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa sembahyang diberi waktu, janji diberi berketika, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Galas terdorong kepada Cina
Artinya : Sesuatu yang sudah terlanjur (tidak dapat dicabut kembali)

Takut kepada ular terkejut kepada bengkarung
Artinya : Merasa takut pada orang yang berkuasa beserta keluarganya.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Jelatang Di Hulu Air

Laksana bunga dedap, sungguh merah berbau tidak
Artinya : Orang yang rupanya elok, tetapi tidak berbudi bahasa

Turut rasa binasa, turut hati mati
Artinya : Berpikir dan bertindaklah secara bijaksana, jangan hanya menuruti hawa nafsu.

Tegak seperti alif
Artinya : Memiliki pendirian yang kuat, sehingga tidak mudah untuk terpengaruh oleh pendapat orang lain.

Dulukan yang dulu merasa garam
Artinya : Mengutamakan orang yang lebih tua dalam suatu pekerjaan.

Menconteng arang di muka
Artinya : Memberi malu

Beroleh hidung panjang
Artinya : Mendapat malu.

Jual sutra beli mastuli
Artinya : Kehilangan sesuatu yang berharga mendapat pengganti yang lebih baik

Tiada dibawa orang sehilir semuara
Artinya : Orang yang sudah tidak berguna lagi di masyarakat.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Macam Orang Biduk

Mandi di telaga di tepi jalan, bersunting bunga tahi ayam
Artinya : Lelaki yang menyukai perempuan jahat.

Sepantun elang dengan ayam, lambat laun disambar jua
Artinya : Laki-laki dan perempuan hendaknya tidak bergaul secara bebas, karena pada akhirnya pasti akan menimbulkan suatu permasalahan.

Tergeser karena miang, terlanggar karena rebas
Artinya : Orang besar/berkuasa yang tidak mau disalahkan oleh orang kecil/rendahan.

Ditolak tak tumbang
Artinya :

  1. Pendirian yang teguh
  2. orang yang banyak harta.

Berbilang dari esa, mengaji dari alif
Artinya : Jika mengerjakan sesuatu hendaknya dimulai dari permulaan

Orang muda selendang dunia, orang kaya suka dimakan
Artinya : (untuk puji-pujian maksudnya) orang muda perhiasan dunia, orang kaya yang pemurah

Bagai memegang buah kepantangan beruk, ditelan mati emak, diludahkan mati bapa
Artinya :

  1. Menghadapi suatu masalah yang sangat sulit
  2. berada dalam keadaan yang serba salah.
Baca Juga :  Arti Peribahasa Akan Pembasuh Kaki

Bagai umang-umang
Artinya : Orang yang suka berpakaian bagus tetapi bukan miliknya sendiri. (umang-umang = sejenis ketam di laut)

Kusut di hujung, lari ke pangkal
Artinya : Jika pembicaraan yang sudah mulai ngelantur, hendaklah segera kembali ke pokok permasalahan.

Batu hitam tak bersanding
Artinya : Tampaknya lemah lembut, tetapi keras hatinya (sukar mengalahkannya, melawannya, dan sebagainya)

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Sembahyang Diberi Waktu, Janji Diberi Berketika”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *