Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Sepuluh Batang Bertindih, Yang Bawah Juga Yang Luluh

Arti Peribahasa Sepuluh Batang Bertindih, Yang Bawah Juga Yang Luluh

Arti Peribahasa Sepuluh Batang Bertindih, Yang Bawah Juga Yang Luluh

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Sepuluh Batang Bertindih, Yang Bawah Juga Yang Luluh

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Sepuluh batang bertindih, yang bawah juga yang luluh

Perkataan yang tidak sesuai dengan kenyataan dan akhirnya membuat orang lain merasa terkucilkan.

Kesimpulan

Arti peribahasa sepuluh batang bertindih, yang bawah juga yang luluh adalah perkataan yang tidak sesuai dengan kenyataan dan akhirnya membuat orang lain merasa terkucilkan.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa sepuluh batang bertindih, yang bawah juga yang luluh, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Nasi sedap gulai mentah, gulai sedap nasi mentah
Artinya : Pekerjaan yang tidak selesai (terbengkalai).

Baca Juga :  Arti Peribahasa Yang Sehasta Takkan Jadi Sedepa

Segenggam digunungkan, setitik dilautkan
Artinya : Sangat dihargai

Karena sabut tebal, tempurungnya pun menjadi kebal
Artinya : Orang yang banyak memiliki kerabat dan sahabat pasti selamatlah hidupnya.

Hendak memadam api tengah menyala, disiramkan minyak pula ke atasnya
Artinya : Memperburuk keadaan terhadap orang yang sedang marah.

Ke mana dialih, lesung berdedak juga
Artinya : Sesuatu yang memang merugikan (menyusahkan), di mana pun akan merugikan juga

Bagai pinang belah dua
Artinya : Sama besar, serupa benar

Seludang menolakkan mayang
Artinya : Memperlihatkan atau kelihatan kecantikannya (isi hatinya, kesombongannya, dan sebagainya)

Tinggi banir tempat berlindung
Artinya : Setiap hal yang istimewa ada faedahnya asal tahu menggunakannya

Jangan berebutkan tembikar pecah
Artinya : Janganlah berkelahi karena memperebutkan sesuatu yang tidak ada gunanya.

Karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan
Artinya : Orang besar yang bersuka-ria, orang kecil yang gembira berlebihan. (lotong = kera hitam)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Diindang Ditampi Beras, Dipilih Antah Satu-Satu

Ingat-ingat yang di atas, yang di bawah akan menimpa
Artinya : Orang yang sedang berkuasa/memimpin hendaklah berhati-hati menjalankan kewajibannya, jangan sampai menyusahkan orang-orang kecil/rakyat jelata yang sewaktu-waktu mungkin akan menentang balik karena perilaku pemimpinnya yang tidak baik.

Gading pada gajah yang sudah keluar itu bolehkah dimasukkan pula?
Artinya :

  1. Raja (orang besar/mulia) yang telah turun derajatnya dan tidak mungkin meraih kembali martabatnya itu
  2. sesuatu yang sudah ditetapkan (undang-undang, keputusan, dsb) dan tidak bisa untuk diubah lagi.

Bermain-main dengan kerbau, dilontarnya muka dengan ekornya
Artinya : Berkawan dengan orang bodoh, tentu akan menanggung kerugian.

Dientak alu luncung
Artinya : Dikalahkan oleh orang bodoh

Anak sungai lagi berubah, inikan pula hati orang
Artinya : Pendirian yang tidak tetap.

Jangan ditentang matahari condong, takut terturut jalan tak berintis
Artinya : Hendaklah kita selalu ingat dan cermat, jangan teperdaya atau tergoda akan sesuatu yang elok, tetapi mungkin mendatangkan bahaya

Baca Juga :  Arti Peribahasa Akan Dijadikan Tabuh Singkat, Akan Dijadikan Genderang Berlebih

Bersurih bak sepasin, berjejak bak berkik, berbau bak embacang
Artinya :

  1. Ada tanda-tanda (bukti) yang nyata dan sah dalam suatu kejahatan
  2. Kejahatan yang telah ada buktinya yang sah

Tersesak undang kepada yang runcing tiada dapat bertenggang lagi
Artinya :

  1. Habis akal budi (bicara)
  2. Habis ikhtiar sehingga tidak dapat berupaya lagi

Berpusing-pusing seperti baling-baling
Artinya : Kehidupan yang tidak tetap.

Ayam ditambat disambar elang, padi di tangan tumbuh lalang
Artinya :

  1. Malang sekali
  2. nasib yang buruk.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Sepuluh Batang Bertindih, Yang Bawah Juga Yang Luluh”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *