Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Serta Lalu Kucing, Tikus Tiada Berdecit Lagi

Arti Peribahasa Serta Lalu Kucing, Tikus Tiada Berdecit Lagi

Arti Peribahasa Serta Lalu Kucing, Tikus Tiada Berdecit Lagi

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Serta Lalu Kucing, Tikus Tiada Berdecit Lagi

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Serta lalu kucing, tikus tiada berdecit lagi

Seseorang yang merasa ketakutan.

Kesimpulan

Arti peribahasa serta lalu kucing, tikus tiada berdecit lagi adalah seseorang yang merasa ketakutan.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa serta lalu kucing, tikus tiada berdecit lagi, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Samun sakar berdarah tangan
Artinya : Setiap perkara baru boleh diputuskan sesudah cukup bukti dan keterangan

Baca Juga :  Arti Peribahasa Mana Tali Berpunca Tak Berhujung?

Mengunyah orang bergigi
Artinya : Mengajar (memberitahu) orang yang sudah tahu

Kelebihan ikan radai, kelebihan manusia akal
Artinya : Segala sesuatu ada kelebihannya masing-masing. (radai = sirip)

Kecek bagai bunyi merendang kacang
Artinya : Percakapan yang berleler (ngelantur tidak keruan), sehingga susah untuk dipahami maksudnya.

Hinggap mencengkam, terbang menumpu
Artinya : Jika hendak merantau maka carilah keluarga atau kenalan yang memiliki tempat untuk menumpang.

Bagai gadis jolong menumbuk
Artinya : Rajin dan bersungguh-sungguh.

Durian dengan mentimun, menggolek rusak, kena golek binasa
Artinya : Orang lemah/rendahan yang tidak berdaya untuk melawan orang yang berkuasa, salah atau benar pun orang lemah/rendahan itu juga yang menanggung kerugian/kekalahan.

Dimana tembilang terentak, disitu cendawan tumbuh
Artinya : Dimana timbul perkara/permasalahan maka disana pulalah diselesaikan.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bagai Si Kudung Pergi Berbelut

Sesak berundur-undur, hendak lari malu, hendak menghambat tak lalu
Artinya : Sudah tidak dapat melawan, tetapi pura-pura masih sanggup bertahan

Ikan lagi di laut, lada garam sudah dalam sengkalan
Artinya : Bersiap-siap mengecap hasil pekerjaan yang belum pasti berhasil

Bersukat darah, bertimbang daging (dengan)
Artinya : Berperang mati-matian (dengan)

Seperti tulis di atas air
Artinya : Sia-sia menasihati orang jahat, karena tidak akan dapat mengubah tabitatnya.

Makan keringat orang
Artinya : Mengecap kesenangan dengan cara memeras orang lain.

Lalu hangus, surut layu
Artinya :

  1. Berada dalam keadaan yang serba salah
  2. dilakukan/dikerjakan salah, tidak dilakukan pun salah.

Titian biasa lapuk, janji bisa mungkir
Artinya : Janji tidak selamanya bisa ditepati.

Terkalang di mata, terasa di hati
Artinya : Ada sesuatu yang akan dikemukakan, tetapi belum tersampaikan (terkatakan)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Banyak Menelan Garam Hidup

Aku nampak olah, kelibatmu sudah kutahu
Artinya : Karena tingkah laku, maksudnya ketahuan.

Mandi dalam cupak
Artinya : Serba tanggung (tidak cukup)

Biar singit jangan tertiarap
Artinya :

  1. Jika mendapat kerugian (kesusahan dan sebagainya), hendaklah diikhtiarkan agar tidak terlalu rugi dan sebagainya
  2. Tidak apa-apa rugi sedikit, asal jangan habis sama sekali (hartanya)

Alah di rumpun betung
Artinya : Kekalahan yang tidak memuaskan pihak yang kalah

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Serta Lalu Kucing, Tikus Tiada Berdecit Lagi”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *