Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Sesat Di Ujung Jalan, Lebih Baik Ke Pangkal Jalan

Arti Peribahasa Sesat Di Ujung Jalan, Lebih Baik Ke Pangkal Jalan

Arti Peribahasa Sesat Di Ujung Jalan, Lebih Baik Ke Pangkal Jalan

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Sesat Di Ujung Jalan, Lebih Baik Ke Pangkal Jalan

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Sesat di ujung jalan, lebih baik ke pangkal jalan

Jika tahu perbuatan yang kita lakukan adalah salah/tidak baik, maka sebaiknya cepat kembali ke jalan yang benar sebelum terlanjur.

Kesimpulan

Arti peribahasa sesat di ujung jalan, lebih baik ke pangkal jalan adalah jika tahu perbuatan yang kita lakukan adalah salah/tidak baik, maka sebaiknya cepat kembali ke jalan yang benar sebelum terlanjur.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa sesat di ujung jalan, lebih baik ke pangkal jalan, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kalau Bersahabat Cari Sama Babat

Hati yang suka peringan beban
Artinya : Semua pekerjaan yang dilakukan dengan kerelaan hati, niscaya akan terasa mudah.

Kalau tak ada kulit bercerailah tulang
Artinya : Orang yang sangat kurus.

Dulu parang, sekarang besi
Artinya :

  1. Sudah rusak
  2. tidak dapat digunakan lagi.

Jangan buat kerbau tanduk panjang
Artinya : Jangan suka ikut campur urusan orang lain.

Mayang menolak seludang
Artinya : Melupakan orang yang telah memelihara sejak kecil

Berani senduk pengedang, air hangat direnanginya
Artinya : Berani dengan membuta tuli. (senduk pengedang = sendok untuk air panas yang terbuat dari periuk)

Memanjat dedap
Artinya : Menekat (karena terpaksa)

Pulau sudah lenyap, daratan sudah tenggelam
Artinya : Sudah tidak ada harapan lagi (gagal sama sekali)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Dipujuk Dia Menangis, Ditendang Dia Tertawa

Berkelahi dulu pendapatan, berkelahi kemudian kerugian
Artinya : Hendaklah berpikir secara masak/matang, sebelum melakukan sesuatu agar tidak menyesal kemudian.

Tak ada rotan, akar pun jadi
Artinya : Jika tidak ada yang baik, yang kurang baik pun bisa digunakan.

Berputik dulu baru berbunga, buahnya jarang dimakan beruk
Artinya : Perempuan yang hamil sebelum menikah. (beruk = monyet)

Melangkahi ular
Artinya : Melakukan sesuatu yang berbahaya

Merah padam muka nya
Artinya : Marah sekali

Bagai bajak ungkang makan diangkat
Artinya : Orang yang gemar dipuji.

Sudah uban baru berguam
Artinya : Orang tua yang berperilaku layaknya anak muda.

Sawah berpematang, ladang berbintralak
Artinya : Orang miskin yang berpenampilan seperti orang kaya.

Masa lagi rebunglah hendak dilentur, jangan dinantikan sampai menjadi buluh
Artinya : Pada waktu masih kecilah anak sebaiknya dididik dengan baik, jangan ditunggu hingga sudah besar.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Belum Tahu Laba Rugi

Alang-alang berdawat biarlah hitam
Artinya : Jika mengerjakan sesuatu janganlah tanggung-tanggung

Syarak yang mengata, adat yang memaksa
Artinya : Setiap daerah mempunyai adat-istiadat yang berbeda, tetapi pada dasarnya dengan tujuan yang sama.

Untung sabut timbul, untung batu tenggelam
Artinya :

  1. Untung-untungan
  2. Tidak seorang pun yang dapat menghindari nasibnya

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Sesat Di Ujung Jalan, Lebih Baik Ke Pangkal Jalan”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *