Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Setelah Hujan Akan Panas Jua

Arti Peribahasa Setelah Hujan Akan Panas Jua

Arti Peribahasa Setelah Hujan Akan Panas Jua

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Setelah Hujan Akan Panas Jua

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Setelah hujan akan panas jua

Setiap penderitaan/kesulitan pasti akan berakhir, dan mungkin dengan akhir bahagia.

Kesimpulan

Arti peribahasa setelah hujan akan panas jua adalah setiap penderitaan/kesulitan pasti akan berakhir, dan mungkin dengan akhir bahagia.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa setelah hujan akan panas jua, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Masuk di dalam kawan gajah berdering
Artinya : Mencoba menyesuaikan diri dengan tempat dan keadaan. (berdering = bunyi genta)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Duduk Di Dalam Tabir Langit-langit, Berbau Tembelang

Kumbang tidak seekor bunga tidak sekaki
Artinya : Masih banyak pria (wanita) lain tempat menambatkan hati

Kuah tertunggang ke nasi, nasi akan dimakan juga
Artinya : Perkawinan antar kaum keluarga/kerabat sendiri.

Diserakkan padi awak diimbaukan orang lain
Artinya : Orang lain dipelihara, keluarga sendiri disia-siakan

Ujung lurus, pangkal berkait
Artinya : Kelihatannya baik, tetapi sebenarnya hatinya jahat.

Sukakan gaharu karena baunya, sukakan guru karena ilmunya
Artinya : Menyukai sesuatu karena ada faedahnya.

Bagaimana rupa begitulah bayangnya
Artinya : Segala sesuatu menurut asal-usulnya.

Pasang masuk muara
Artinya : Lalu lalang saja (tentang perkataan)

Manis udang, maka ketam direbus tak merah?
Artinya : Menipu dengan mengubah kelakuan atau rupanya.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Lidah Terganjal

Belum berkilat sudah berkilau, bulan sangkap tiga puluh
Artinya : Perkara yang sudah terang/jelas. (sangkap = genap, cukup)

Ke sawah berlumpur ke ladang berarang
Artinya : Tiap pekerjaan ada kesukarannya

Tiada raja menolak sembah
Artinya : Tidak ada orang yang tidak suka dihormati

Telah menjadi darah daging
Artinya : Sudah menjadi kebiasaan.

Tak lalu dandang di air, di gurun ditanjakkan
Artinya : Dengan berbagai-bagai ikhtiar untuk menyampaikan maksudnya

Diberi sejengkal hendak sehasta diberi sehasta hendak sedepa
Artinya : Diberi sedikit lalu hendak minta lebih banyak lagi

Benang arang orang jangan dipijak
Artinya : Jangan mencampuri rumah tangga orang lain.

Seperti orang mati jika tiada orang mengangkat bila akan bergerak
Artinya : Seseorang yang daif yang tidak mempunyai daya upaya, jika tiada orang menolongnya niscaya akan semakin susah

Baca Juga :  Arti Peribahasa Adat Tua Menahan Ragam

Tuah melambung tinggi, celaka menimpa, celaka sebesar gunung
Artinya : Berilmu tinggi, tetapi tidak mempunyai pekerjaan yang tetap sehingga hidupnya selalu susah juga

Bahu memikul, hati menyokong
Artinya :

  1. Melakukan sesuatu secara sukarela
  2. tanpa paksaan.

Mendabih menampung darah
Artinya : Sangat tamak

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Setelah Hujan Akan Panas Jua”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *