Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Setinggi-tingginya Melanting, Jatuh Juga Ke Tanah

Arti Peribahasa Setinggi-tingginya Melanting, Jatuh Juga Ke Tanah

Arti Peribahasa Setinggi-tingginya Melanting, Jatuh Juga Ke Tanah

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Setinggi-tingginya Melanting, Jatuh Juga Ke Tanah

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Setinggi-tingginya melanting, jatuh juga ke tanah

Betapa pun jauhnya orang merantau, suatu saat pasti kembali ke kampung halamannya juga.

Kesimpulan

Arti peribahasa setinggi-tingginya melanting, jatuh juga ke tanah adalah betapa pun jauhnya orang merantau, suatu saat pasti kembali ke kampung halamannya juga.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa setinggi-tingginya melanting, jatuh juga ke tanah, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Adakah buaya menolak bangkai
Artinya : Orang jahat akan berbuat jahat kalau ada kesempatan

Baca Juga :  Arti Peribahasa Tiap Gila Tiap Berkongkong, Tiap Mandi Tiap Bergosok

Seperti embun di daun keladi
Artinya :

  1. Orang yang tidak mempunyai pendirian yang tetap
  2. selalu berubah-ubah
  3. goyah.

Ubur-ubur airnya hitam
Artinya : Orang yang jahat terlihat nyata dari kelakuan dan perkataannya.

Awan mengandung hujan
Artinya : Memprediksi hal yang belum pasti akan terjadi.

Kecil api menjadi kawan, besar ia menjadi lawan
Artinya : Kejahatan yang kecil sebaiknya jangan dibiarkan menjadi besar.

Jiwa bergantung di hujung rambut
Artinya : Selalu berada dalam kecemasan, karena nasibnya yang tidak tentu.

Lurah juga diturut air, bukit juga dilejang panas
Artinya : Orang yang berpengaruh/berkuasa juga yang mendapat penghormatan dan orang biasa berbuat jahat pula yang selalu dituduh.

Menengadah ke langit hijau
Artinya : Tidak ada harapan akan mendapat pertolongan

Baca Juga :  Arti Peribahasa Umpama Anjing Makan Muntahnya

Bagai tulisan di atas air
Artinya : Memberikan nasihat dan ajaran yang sia-sia.

Seperti ular kena bedal palu, pukul
Artinya : Tidak tenang (karena marah dan sebagainya)

Cekarau besar liang
Artinya : Orang yang besar bualannya (sombong) dan suka membeberkan rahasia orang lain. (cekarau= sejenis tumbuhan di air yang besar lubang batangnya)

Karena sabut tebal, tempurungnya pun menjadi kebal
Artinya : Orang yang banyak memiliki kerabat dan sahabat pasti selamatlah hidupnya.

Awal diingat di akhir tidak
Artinya : Orang yang melakukan pekerjaan tanpa memperhitungkan resiko di kemudian hari.

Rusak bangsa oleh laku
Artinya : Biarpun orang berbangsa tinggi, kalau berkelakuan buruk, keturunannya yang tinggi itu tidak akan dihargai orang

Intan itu jika terbenam di pelimbahan sekalipun, tiada akan hilang cahayanya
Artinya :

  1. Kebenaran tidak akan hilang walaupun disembunyikan
  2. orang baik akan ketahuan juga di masyarakat walaupun hidupnya melarat.
Baca Juga :  2 Arti Peribahasa Tak Lapuk Oleh Hujan, Tak Lekang Oleh Panas

Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah
Artinya : Setara/sederajat.

Bagai kambing dalam biduk
Artinya : Sangat ketakutan.

Rezeki elang takkan dimakan musang
Artinya : Rezeki masing-masing orang berada di tangan Tuhan.

Yang elok budi, yang indah bahasa
Artinya : Budi pekerti yang baik dapat membuat orang lain merasa dihormati.

Bersikap masa bodoh
Artinya :

  1. Tidak peduli apa-apa
  2. Tidak ikut memikirkan perkara orang lain

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Setinggi-tingginya Melanting, Jatuh Juga Ke Tanah”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *