Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Setinggi-tingginya Terbang Bangau, Hinggap Di Bubungan Juga

Arti Peribahasa Setinggi-tingginya Terbang Bangau, Hinggap Di Bubungan Juga

Arti Peribahasa Setinggi-tingginya Terbang Bangau, Hinggap Di Bubungan Juga

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Setinggi-tingginya Terbang Bangau, Hinggap Di Bubungan Juga

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Setinggi-tingginya terbang bangau, hinggap di bubungan juga

Betapa pun jauhnya orang merantau, suatu saat pasti akan pulang ke negeri asalnya juga.

Kesimpulan

Arti peribahasa setinggi-tingginya terbang bangau, hinggap di bubungan juga adalah betapa pun jauhnya orang merantau, suatu saat pasti akan pulang ke negeri asalnya juga.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa setinggi-tingginya terbang bangau, hinggap di bubungan juga, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Masam Bagai Nikah Tak Suka

Berlidah di lidah orang
Artinya : Hanya menurut perkataan orang saja

Berair kerongkongan
Artinya : Mendapatkan rezeki.

Pipih boleh dilayang, bulat boleh diguling
Artinya : Perkara yang sudah mencapai mufakat.

Keras bagai batu, tinggi bagai langit
Artinya :

  1. Tidak mau menuruti perintah atau nasihat
  2. keras kepala.

Kerbau tanduk panjang, tiada menanduk pun dikata orang menanduk juga
Artinya : Orang yang sudah terkenal kejahatannya.

Kodok dapat bunga sekuntum
Artinya : Sia-sia saja (tidak dapat mempergunakan sesuatu yang baik)

Belum duduk sudah mengunjur
Artinya : Sudah bergirang hati sebelum tercapai apa yang diinginkannya

Bagai balak terendam
Artinya : Orang gemuk yang malas bergerak.

Berniaga di ujung lidah
Artinya : Orang pandai yang tidak jujur

Baca Juga :  Arti Peribahasa Enggang Lalu Atal Jatuh, Anak Raja Ditimpanya

Bagai tupai bergelut
Artinya : Kehebatan dari rupa seseorang.

Bagaimana tidak menggigit telunjuk, melihat air hujan turun keruh
Artinya : Terheran-heran melihat orang yang merupakan keturunan orang baik-baik justru berkelakuan tidak baik.

Seperti kerbau menanduk anak dengan papar bukan dengan tanduk
Artinya : Memberikan hukuman kepada seseorang bukan untuk menyakitinya, tetapi untuk memberinya pelajaran.

Takut titik lalu tumpah
Artinya : Karena segan merugi sedikit, jadi menderita kerugian besar

Seperti gajah putih ditambat
Artinya : Merasa susah karena menanggung kesengsaraan orang lain.

Angan lalu, paham tertumbuk
Artinya : Suatu hal yang banyak halangannya meskipun tampaknya dapat dilakukan dengan mudah

Runcing tanduk bengkak kening
Artinya : Sudah terkenal jahatnya

Bertukar jalan sekandang tidak sebau, seia bertukar sebut
Artinya : Berlainan pendapat (caranya) meskipun maksudnya sama

Baca Juga :  Arti Peribahasa Karena Mulut Bisa Binasa

Gajah berak besar, kancil pun hendak berak besar, akhirnya mati kebebangan
Artinya : Orang kecil/rendahan yang hendak meniru tingkah laku orang besar/mampu yang akhirnya membawa dirinya dalam kekalahan/kesulitan. (kebebangan = tertahan, tidak dapat terus keluar)

Bagai ayam dibawa ke lampok
Artinya : Keheranan melihat sesuatu

Tak beban batu digalas tiada beban mencari beban
Artinya : Sudah senang mencari kesusahan (kesukaran)

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Setinggi-tingginya Terbang Bangau, Hinggap Di Bubungan Juga”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *