Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Siapa Menjala, Siapa Terjun

Arti Peribahasa Siapa Menjala, Siapa Terjun

Arti Peribahasa Siapa Menjala, Siapa Terjun

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Siapa Menjala, Siapa Terjun

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Siapa menjala, siapa terjun

Siapa yang menginginkan sesuatu harus berusaha

Kesimpulan

Arti peribahasa siapa menjala, siapa terjun menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah siapa yang menginginkan sesuatu harus berusaha

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa siapa menjala, siapa terjun, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Mencari lantai terjungkat
Artinya : Mencari-cari kesalahan orang

Tertumbuk biduk dikelokkan, tertumbuk kata dipikiri
Artinya :

  1. Jangan putus asa
  2. Kalau mendapat kesukaran dan sebagainya hendaklah selalu berikhtiar untuk menghindari atau mengatasinya

Hujan tempat berteduh, panas tempat berlindung
Artinya : Orang yang selalu memberi pertolongan kepada orang banyak

Apalagi sawa, ia berkehendakkan ayamlah
Artinya :

  1. Orang yang suka mencari barang-barang yang digemarinya
  2. orang yang bertemu dengan barang-barang kesukaannya.

Pergi tempat bertanya, pulang tempat berberita (berkenaan dengan orang cerdik pandai)
Artinya : Jika akan berangkat, hendaklah meminta nasihatnya dahulu, dan jika pulang, hendaklah memberi laporan kepadanya

Dapat harta karun
Artinya : Mendapatkan keuntungan tanpa harus bersusah-payah.

Pepat kuku seperti bulan tiga hari
Artinya : Amat elok bentuk atau tokohnya

Rebung tak miang, bemban pula miang
Artinya : Orang yang tidak turut campur dalam suatu pekerjaan menjadi susah, tetapi yang patut susah malahan berdiam diri

Bagaimana bunyi gendang, begitulah tarinya
Artinya : Menurut segala perintah untuk menyesuaikan diri dengan keadaan

Haruslah air disauk, dan ranting dipatah, lama hidup banyak merasa, jauh berjalan banyak dilihat
Artinya : Orang yang merantau haruslah patuh terhadap adat kebiasaan di tempat itu.

Anak harimau jangan diajak bertampar, ingat-ingat kukunya
Artinya : Jangan mencari lawan terhadap orang yang lebih kuat dan lebih mampu.

Celaka ayam, padi masak makan ke hutan
Artinya : Nasib malang/buruk.

Titah dijunjung, perintah dijalankan
Artinya : Menuruti perintah pemimpin.

Lecah di kaki
Artinya : Seorang lelaki yang kawin/menikah tanpa ada tanggung jawab, melainkan hanya sebagai orang yang menumpang saja.

Tegak pada yang datar
Artinya : Teguh memegang kebenaran.

Sigai dua segeragai
Artinya : Suatu perkara yang bersangkut paut dengan perkara yang lain

Dalam madu berisi empedu
Artinya : Dalam perkataan yang manis-manis biasanya berisi tipu daya yang tidak baik

Bagai kerakap tumbuh di di atas batu, hidup enggan mati tak mau
Artinya : Hidup dalam kesukaran (kemelaratan)

Sebagai duri landak
Artinya : Kecil dan runcing (tentang jari)

Seperti ombak darat jolong menurun
Artinya : Tercengang/terheran-heran, seperti orang desa masuk ke kota.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Siapa Menjala, Siapa Terjun”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *