Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Siapa Pun Jadi Raja, Tanganku Ke Dahi Juga

Arti Peribahasa Siapa Pun Jadi Raja, Tanganku Ke Dahi Juga

Arti Peribahasa Siapa Pun Jadi Raja, Tanganku Ke Dahi Juga

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Siapa Pun Jadi Raja, Tanganku Ke Dahi Juga

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Siapa pun jadi raja, tanganku ke dahi juga

Siapa pun berkuasa aku tetap menghormatinya

Kesimpulan

Arti peribahasa siapa pun jadi raja, tanganku ke dahi juga menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah siapa pun berkuasa aku tetap menghormatinya

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa siapa pun jadi raja, tanganku ke dahi juga, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna
Artinya : Bila hendak melakukan atau mengerjakan sesuatu, hendaknya dipertimbangkan lebih dahulu baik buruknya

Langit menyungkup kepala
Artinya : Sesuatu yang tidak dapat diatasi lagi.

Dilengah beruk berayun
Artinya : Melakukan sesuatu hal yang mengasyikkan tetapi tidak ada gunanya. (dilengah = dimabuk)

Bagai pimping di lereng
Artinya : Orang yang tidak berpendirian tetap

Air beriak tanda tak dalam
Artinya :

  1. Orang yang banyak cakap (sombong dan sebagainya), biasanya kurang ilmunya
  2. Orang yang sombong, besar cakap, biasanya tidak berisi

Kuman menjadi barah
Artinya : Perkara kecil yang menjadi besar.

Kalau baik buat tauladan, kalau tak baik buat sempadan
Artinya : Cari baiknya dan buang buruknya.

Limau masak sebelah, perahu karam sekerat
Artinya : Aturan (hukum dan sebagainya) yang tidak adil, membeda-bedakan golongan, kedudukan, dan sebagainya, tidak sama rata:

Diberi kuku hendak mencengkam
Artinya : Baru diberi kekuasaan sedikit sudah hendak menindas orang lain

Durian dengan mentimun, menggolek rusak, kena golek binasa
Artinya : Orang lemah/rendahan yang tidak berdaya untuk melawan orang yang berkuasa, salah atau benar pun orang lemah/rendahan itu juga yang menanggung kerugian/kekalahan.

Asing lubuk, asing ikannya
Artinya : Lain daerah, lain adatnya

Inai tertepung kuku tanggal
Artinya : Sesuatu yang sudah selesai dikerjakan, tetapi akhirnya ada kesukaran (kesusahan dan sebagainya)

Tiada berketentuan hulu hilirnya
Artinya : Tidak tentu maksud dan tujuannya

Berkaul kepada keramat
Artinya : Memohon sesuatu hendaklah pada tempatnya.

Hendak menggaruk tidak berkuku
Artinya : Hendak berbuat sesuatu, tetapi tidak berkemampuan

Jauh berjalan banyak dilihat
Artinya : Kalau bepergian ke mana-mana akan memperoleh banyak pengalaman

Api dengan air, alangkah bezanya
Artinya : Jahat dengan baik sangatlah jauh perbedaannya.

Sekudung limbat, sekudung lintah
Artinya : Tidak tetap pendiriannya

Di waktu garuda alah oleh ular
Artinya :

  1. Kalimat kiasan terhadap waktu yang telah lalu
  2. zaman dulu kala.

Jalan mati lagi dicuba, inikan pula jalan binasa
Artinya : Orang yang berani dan tidak memilih apa yang ingin diperbuatnya.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Siapa Pun Jadi Raja, Tanganku Ke Dahi Juga”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

0 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *