Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Siapa Yang Makan Nangka, Dia Yang Terkena Getahnya

Arti Peribahasa Siapa Yang Makan Nangka, Dia Yang Terkena Getahnya

Arti Peribahasa Siapa Yang Makan Nangka, Dia Yang Terkena Getahnya

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Siapa Yang Makan Nangka, Dia Yang Terkena Getahnya

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Siapa yang makan nangka, dia yang terkena getahnya

Siapa yang bersalah, maka dialah yang harus menerima akibatnya/hukuman.

Kesimpulan

Arti peribahasa siapa yang makan nangka, dia yang terkena getahnya adalah siapa yang bersalah, maka dialah yang harus menerima akibatnya/hukuman.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa siapa yang makan nangka, dia yang terkena getahnya, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Tikus Jatuh Ke Dalam Gudang Beras

Elok kata dalam mufakat, buruk kata di luar mufakat
Artinya : Apa yang hendak dikerjakan sebaiknya dibicarakan dulu dengan teman sejawat atau kaum keluarga, dan sebagainya

Kalau tiada emas sepiak, kerja di mana boleh jadi
Artinya : Orang miskin/rendahan tentulah tidak berdaya untuk memenuhi maksud hatinya (keinginannya).

Seperti ayam, kais pagi makan pagi, kais petang makan petang
Artinya : Orang yang miskin dan harus bekerja keras siang malam untuk bisa makan.

Dibenarkan duduk di serambi, hendak bermaharajalela di tengah rumah
Artinya : Diberi sedikit hendak minta banyak.

Lulus tabuh perhatian
Artinya :

  1. Hati lapang dan lega
  2. sangat suka. (tabuh perhatian = tabuh untuk maklumat)

Bagai berkain tiga hasta
Artinya : Serba tak cukup (miskin).

Baca Juga :  Arti Peribahasa Angus Tiada Berapi, Karam Tiada Berair

Jika langkah sudah terlangkahkan, berpantang dihela surut
Artinya : Suatu pekerjaan yang telah dimulai dengan saksama, sekali-kali jangan dihentikan sebelum tujuan tercapai

Tangan yang celaka, kerja jatuh
Artinya : Mendapatkan kerugian karena keluarga/kerabat berbuat buruk.

Habis perkara, nasi sudah menjadi bubur
Artinya : Tidak ada gunanya dibicarakan lagi

Ada tangga, hendak memanjat tiang
Artinya : Berbuat sesuatu tanpa mengikuti aturan/adat kebiasaan.

Kena pukul di punggung, gigi habis tanggal
Artinya : Sindiran (jawaban) yang tepat.

Bagai kerakap tumbuh di di atas batu, hidup enggan mati tak mau
Artinya : Hidup dalam kesukaran (kemelaratan)

Tebu di bibir
Artinya : Mengeluarkan kata-kata manis (untuk membujuk dan sebagainya)

Sebagai kepiting batu
Artinya : Sangat kikir

Udang merentak dalam tangguk
Artinya :

  1. Tidak tenang
  2. gelisah.

Kalau kucing keluar tanduk barulah ayam boleh bersusu
Artinya : Perkara yang mustahil.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Daun Nipah Dikatakan Daun Labu

Beroleh badar tertimbakan
Artinya : Mendapat keuntungan yang tidak di- sangka-sangka

Tua-tua keladi (kelapa)
Artinya : Dikatakan kepada orang yang makin tua makin baik atau makin buruk (kelakuannya)

Mulut manis mematahkan tulang
Artinya : Perkataan yang lemah lembut dapat menyebabkan orang lain tunduk (menurut)

Jiwa bergantung di ujung rambut
Artinya : Selalu gelisah karena tidak tentu nasibnya

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Siapa Yang Makan Nangka, Dia Yang Terkena Getahnya”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *