Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Sudah Merasai Makna Santun

Arti Peribahasa Sudah Merasai Makna Santun

Arti Peribahasa Sudah Merasai Makna Santun

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Sudah Merasai Makna Santun

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Sudah merasai makna santun

Setelah merasakan betapa sakitnya hidup susah, barulah ia berbelas kasihan kepada orang yang tertimpa musibah/sedang dalam kesulitan.

Kesimpulan

Arti peribahasa sudah merasai makna santun adalah setelah merasakan betapa sakitnya hidup susah, barulah ia berbelas kasihan kepada orang yang tertimpa musibah/sedang dalam kesulitan.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa sudah merasai makna santun, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Aku Nampak Olah, Kelibatmu Sudah Kutahu

Kalau pandai menggulai badar pun menjadi tenggiri
Artinya : Orang yang pandai meskipun kurang alat syaratnya, dapat juga mengerjakan sesuatu dengan baik

Bagai kambing harga dua kupang
Artinya : Tingkah lakunya seperti anak-anak.

Seperti siang dengan malam
Artinya : Jauh (banyak) bedanya

Lidah tak bertulang
Artinya : Mudah saja mengatakan (menjanjikan) sesuatu yang berat adalah melaksanakannya

Tampuk nya masih bergetah
Artinya : Masih cukup penghidupannya

Kini gatal besok digaruk
Artinya : Pertolongan yang datangnya terlambat

Harapkan anak, buta mata sebelah, harapkan teman, buta mata keduanya
Artinya : Sebaiknya dalam melakukan suatu pekerjaan jangan terlalu berharap kepada orang lain (kerjakan sendiri dengan sungguh-sungguh).

Tamak hilang malu, loba dapat kebiasaan
Artinya : Orang yang serakah dan telah menjadi kebiasaan.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Dulukan Yang Dulu Merasa Garam

Malam berselimut embun, siang bertudung awan
Artinya : Tidak berumah (miskin sekali)

Pagar makan padi
Artinya : Orang yang merusakkan barang yang diamanatkan kepadanya

Mulut manis jangan percaya, lepas dari tangan jangan diharap
Artinya : Jangan percaya kepada orang yang manis perkataannya, barang atau uang yang dipinjamkan kepada orang yang bersifat demikian, tidak dapat diharapkan kembali lagi

Seperti kapur di ujung telunjuk
Artinya : Tidak dapat memberikan pertolongan kepada sanak saudara yang sedang membutuhkan pertolongan.

Kerbau dipegang tali hidungnya, manusia dipegang pada katanya
Artinya : Setiap janji haruslah ditepati, karena harga diri manusia terletak pada kemampuannya untuk menepati janjinya.

Tanduk di kepala tak dapat digelengkan
Artinya : Tidak dapat mengelakkan diri dari kewajiban yang harus dikerjakan

Seperti kijang lepas ke rimba
Artinya : Merasa senang karena telah pulang dari rantauannya.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Tak Ada Terlawan Jika Buaya Menyelam Air

Bagai kambing lepas ke parak
Artinya : Dapat memilih sesuatu sesuka hati. (parak = ladang)

Tahan jerat di tempat genting
Artinya : Suatu perkara yang sangat besar.

Mulut terdorong, emas padahan nya,
Artinya : Pb perkataan yang telah terucapkan, emaslah tentangannya (janji harus ditepati)

Tongkat hati hubungan nyawa
Artinya : Seorang ibu yang sangat mengasihi anaknya.

Laksana taji dibentuk
Artinya : Kening yang elok.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Sudah Merasai Makna Santun”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *