Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Tak Ada Gunung Tinggi Yang Tak Runtuh, Tak Ada Lurah Dalam Yang Tak Dapat Dituruni

Arti Peribahasa Tak Ada Gunung Tinggi Yang Tak Runtuh, Tak Ada Lurah Dalam Yang Tak Dapat Dituruni

Arti Peribahasa Tak Ada Gunung Tinggi Yang Tak Runtuh, Tak Ada Lurah Dalam Yang Tak Dapat Dituruni

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Tak Ada Gunung Tinggi Yang Tak Runtuh, Tak Ada Lurah Dalam Yang Tak Dapat Dituruni

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Tak ada gunung tinggi yang tak runtuh, tak ada lurah dalam yang tak dapat dituruni

Suatu usaha bila disertai dengan kemauan yang kuat, pasti akan berhasil baik.

Kesimpulan

Arti peribahasa tak ada gunung tinggi yang tak runtuh, tak ada lurah dalam yang tak dapat dituruni adalah suatu usaha bila disertai dengan kemauan yang kuat, pasti akan berhasil baik.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa tak ada gunung tinggi yang tak runtuh, tak ada lurah dalam yang tak dapat dituruni, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Rebung Tidak Miang, Bembam Pula Yang Miang

Bagai unta menyerahkan diri
Artinya :

  1. Amat patuh menurut perintah
  2. Mengaku salah dan bertobat
  3. Menyerah dan menurut

Seperti katak di bawah tempurung
Artinya :

  1. Sangat picik pengetahuannya
  2. Kurang luas pandangannya
  3. Berpengetahuan yang sangat picik

Bagai ayam si tombong, kokok berderai-derai, ekor bergelumang tahi
Artinya : Seseorang yang cara bicaranya tinggi, tetapi hidupnya dalam kemelaratan. (tombong = sombong)

Dikulum menjadi manikam, dimuntahkan menjadi sekam
Artinya : Lebih baik diam daripada terlalu banyak membicarakan hal yang tidak diketahui akar permasalahannya.

Seperti membangkitkan bangkai ular
Artinya : Mengungkit-ungkit perkara yang sudah dilupakan, sehingga menimbulkan perselisihan lagi.

Beriak tanda tak dalam, berguncang tanda tak penuh
Artinya : Orang yang suka menyombong pertanda kurang dalam pengetahuannya

Seperti batang mengkudu, dahulu dengan bunga
Artinya : Perihal orang yang mau lekas marah sebelum diketahui benar kesalahan orang yang hendak dimarahinya itu

Ayam menang, kampuh tergadai
Artinya : Keberuntungan yang tidak ada faedahnya. (kampuh = kampung)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Setinggi-tingginya Terbang Bangau, Hinggap Di Bubungan Juga

Berapa berat mata memandang, berat juga bahu memikul
Artinya : Betapapun menderita orang melihat, lebih menderita orang yang mengalami (kesusahan dan sebagainya)

Intan disangka batu kelikir
Artinya :

  1. Tidak pandai menghargai sesuatu
  2. Tidak mengetahui harga (nilai) sesuatu dengan sebenarnya

Seperti orang penghisap candu, dengan candu sampai mati
Artinya : Kebiasaan buruk sukar untuk ditinggalkan atau dihilangkan.

Tiada rotan akar pun berguna jadi
Artinya : Kalau tidak ada yang baik, yang kurang baik pun boleh juga (meskipun kurang baik dapat dipakai juga)

Singkat diulas panjang dikerat
Artinya : Mana-mana yang kurang ditambah, sedangkan yang lebih dikurangi (yang kurang baik diperbaiki)

Bibir nya bukan diretak panas
Artinya : Perkataannya (nasihatnya) tidak sia-sia

Jikalau di hulu airnya keruh, tak dapat tidak di hilirnya keruh juga
Artinya : Jika seseorang jahat asalnya, jahat juga kelakuannya

Berselimut kain cukin, ditutup kepala kaki terbuka, ditutup kaki kepala terdedah
Artinya : Serba tak cukup. (cukin = kain kecil penutup dada pada waktu makan)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Lagi Teduh, Lagi Berkajang

Udang tak tahu di bungkuknya
Artinya : Tidak tahu akan cacat dan celanya diri sendiri

Rasa tak mengapa hidung dikeluani
Artinya : Orang yang kurang pikir atas sesuatu yang terjadi pada dirinya sehingga mendapat susah juga

Sebagai banteng ketaton
Artinya : Sebagai banteng yang luka terkena senjata (tentang orang yang melawan atau mempertahankan diri dengan gigih)

Lembu dogol jangan dibalun
Artinya : Orang yang tidak melawan sebaiknya jangan diusik, karena bisa saja nanti dia melawan dengan bersungguh-sungguh.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Tak Ada Gunung Tinggi Yang Tak Runtuh, Tak Ada Lurah Dalam Yang Tak Dapat Dituruni”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

3 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *