Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Tampak Jalan Tempat Lalu, Lupa Batu Akan Menarung

Arti Peribahasa Tampak Jalan Tempat Lalu, Lupa Batu Akan Menarung

Arti Peribahasa Tampak Jalan Tempat Lalu, Lupa Batu Akan Menarung

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Tampak Jalan Tempat Lalu, Lupa Batu Akan Menarung

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Tampak jalan tempat lalu, lupa batu akan menarung

Orang miskin yang celaka karena mendapatkan keuntungan dan sempat memanfaatkan keuntungan itu.

Kesimpulan

Arti peribahasa tampak jalan tempat lalu, lupa batu akan menarung adalah orang miskin yang celaka karena mendapatkan keuntungan dan sempat memanfaatkan keuntungan itu.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa tampak jalan tempat lalu, lupa batu akan menarung, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Tikus Jatuh Ke Dalam Gudang Beras

Kalau kail panjang sejengkal, jangan lautan hendak diduga
Artinya : Jika hanya memiliki pengetahuan yang sedikit, janganlah hendak melawan orang-orang yang lebih pandai.

Bersalai tidak berapi
Artinya : Mengandung (hamil), tetapi tidak bersuami

Seperti emas baru disepuh
Artinya : Kecantikan seorang wanita yang luar biasa.

Bau nya setahun pelayaran
Artinya : Berbau busuk sekali

Sedangkan bah kapal tak hanyut, ini pula kemarau panjang
Artinya : Sedangkan waktu berpencaharian tidak tercapai maksudnya, apalagi waktu menganggur

Hendak mengepal pasir kering
Artinya : Ingin melakukan pekerjaan yang sangat sulit untuk dilakukan.

Pahit dahulu, manis kemudian
Artinya : Hendaklah ditentukan syarat-syarat yang nyata dahulu supaya tidak timbul perselisihan di belakang (dalam membuat perjanjian)

Usahlah teman dimandi pagi
Artinya : Tidak usah kamu lebih-lebihkan (kau puji-puji)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Beremas Kemas, Berpadi Menjadi

Berselimut kain cukin, ditutup kepala kaki terbuka, ditutup kaki kepala terdedah
Artinya : Serba tak cukup. (cukin = kain kecil penutup dada pada waktu makan)

Seperti kiambang dilepas
Artinya : Berpisah sebentar, namun kemudian berkumpul kembali.

Hitam, hitam gula jawa
Artinya : Hitam tetapi manis

Bagai memakai baju pinjaman
Artinya :

  1. Tidak pada tempatnya
  2. canggung.

Sebab budi boleh kedapatan
Artinya : Nama baik tercemar akibat perbuatan buruk/jahat.

Kurang budi teraba-raba, tidak ilmu suluh padam
Artinya : Orang yang kurang siasat dalam suatu perkara, akhirnya hanya akan mendapatkan kesulitan.

Tohok tunggang ke baruh
Artinya : Mudah mencelakakan orang yang di bawah perintahnya.

Ada batang mati, ada cendawan tumbuh
Artinya : Dimanapun kita tinggal, akan ada rezeki untuk kita.

Bertiraikan banir
Artinya : Tidak mempunyai rumah

Empat sudah bersimpul satu
Artinya : Kesempurnaan yang diperoleh dari empat orang, orang yang berpengetahuan, orang yang berakal/berbudi pekerti, orang yang mahir, dan orang yang rajin.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Sepantun Elang Dengan Ayam, Lambat Laun Disambar Jua

Bersahabat dengan juara, selilit benang bulang tahu juga
Artinya : Berkawan dengan orang jahat, lama-kelamaan akan membuat kita akan menjadi jahat pula. (benang bulang = benang pengikat taji ke kaki ayam yang akan disabung)

Yang bulat datang berguling, yang picak datang melayang
Artinya : Jika nasib sedang baik, bermacam-macam keuntungan akan datang sendiri.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Tampak Jalan Tempat Lalu, Lupa Batu Akan Menarung”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

4 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *