Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Telah Panas Hari, Lupa Kacang Akan Kulitnya

Arti Peribahasa Telah Panas Hari, Lupa Kacang Akan Kulitnya

Arti Peribahasa Telah Panas Hari, Lupa Kacang Akan Kulitnya

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Telah Panas Hari, Lupa Kacang Akan Kulitnya

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Telah panas hari, lupa kacang akan kulitnya

Seseorang yang lupa akan asal-usulnya atau jati dirinya.

Kesimpulan

Arti peribahasa telah panas hari, lupa kacang akan kulitnya adalah seseorang yang lupa akan asal-usulnya atau jati dirinya.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa telah panas hari, lupa kacang akan kulitnya, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Sesat di ujung jalan, lebih baik ke pangkal jalan
Artinya : Jika tahu perbuatan yang kita lakukan adalah salah/tidak baik, maka sebaiknya cepat kembali ke jalan yang benar sebelum terlanjur.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bagai Buntal Kembung

Madu satu tong, jika rembes, rembesnya pun madu jua
Artinya : Jika baik asalnya, turunannya pun baik juga

Bagai biawak mengulangi bangkai
Artinya : Lelaki yang suka pergi ke tempat perempuan jahat.

Kemudi di haluan, bergilir ke rusuk
Artinya : Orang yang menuruti perintah anaknya, isterinya, bawahannya, dsb.

Jauh dapat ditunjuk, dekat dapat ditunjal
Artinya : Apa yang dikatakan dapat dibuktikan kebenarannya

Laksana apung dipermainkan gelombang
Artinya : Hidup melarat di negeri asing/rantauan.

Sepandai-pandai tupai melompat, sekali akan gawal juga
Artinya : Sepandai-pandai orang, ada kalanya ia salah (keliru) juga

Bacang dibungkus tentu baunya keluar juga
Artinya : Orang yang membuang anaknya sendiri karena takut malu dan sebagainya.

Adat yang kawi, syarak yang lazim
Artinya : Adat-istiadat (kebiasaan) merupakan undang-undang yang berlaku dalam pergaulan, dan norma agama merupakan undang-undang yang berjalan seiring dengan adat yang berlaku. (kawi = kuat/sakti)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bagai Tupai Bergelut

Belum tuarang panjang, buah sengkuang sebesar betis
Artinya : Kabar angin yang dilebih-lebihkan. (tuarang = musim kemarau)

Naik tak bertangga, turun tak berpintu
Artinya : Melakukan perbuatan yang salah.

Disangkakan bedena timbul, terpeluk bangkai babi bengkak hanyut
Artinya : Orang tamak yang tidak tahu cara membedakan hal yang baik dengan yang buruk.

Berjalan selangkah, melihat surut
Artinya : Selalu ingat akan hari kemudian (tidak hanya memikirkan waktu sekarang saja)

Seperti harimau kena kucing pekak
Artinya : Orang yang marah, tetapi takut karena bahaya akan datang.

Yang tajam tumpul, yang bisa tawar
Artinya : Segala perkara/permasalahan dapat diselesaikan dengan perkataan yang lemah lembut dan pemikiran yang dingin.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bak Ras Kuda Pula Kukuran

Pecah anak buyung, tempayan ada
Artinya : Tidak akan kekurangan perempuan untuk dijadikan istri

Anjing ditepuk menjungkit ekor
Artinya : Orang hina akan menyombongkan diri apabila dihormati.

Ayam hitam terbang malam
Artinya : Sukar ketahuan (tentang perkara dan sebagainya)

Bagai punggur rebah
Artinya : Orang yang gemuk yang jatuh. (punggur = tunggul)

Hitam-hitam tahi minyak dimakan juga, putih-putih hampas kelapa dibuang
Artinya : Barang yang buruk tetapi berguna disimpan, sedangkan barang yang bagus tetapi tidak berguna dibuang.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Telah Panas Hari, Lupa Kacang Akan Kulitnya”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *