Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Terajar Pada Banting Pincang

Arti Peribahasa Terajar Pada Banting Pincang

Arti Peribahasa Terajar Pada Banting Pincang

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Terajar Pada Banting Pincang

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Terajar pada banting pincang

Tidak ada gunanya mengajar orang yang keras kepala

Kesimpulan

Arti peribahasa terajar pada banting pincang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah tidak ada gunanya mengajar orang yang keras kepala

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa terajar pada banting pincang, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Siapa makan lada, ialah berasa pedas
Artinya : Barang siapa yang bersalah akan merasa tersinggung (oleh sindiran dan sebagainya)

Bagai bulan empat belas
Artinya : Kecantikan yang luar biasa dari seorang wanita.

Kuda tua diperkerjakan tak boleh, nak dibunuh sayang
Artinya :

  1. Menghadapi suatu permasalahan yang sangat sulit
  2. berada dalam keadaan yang serba salah.

Inai tertepung kuku tanggal
Artinya : Sesuatu yang sudah selesai dikerjakan, tetapi akhirnya ada kesukaran (kesusahan dan sebagainya)

Laksana buah bemban, masak jatuh ke lumpur
Artinya : Menghilangkan diri.

Anak ayam kebasahan bulu
Artinya : Gelisah dan menjijikkan.

Bagai menakik darah mati dari alu bagai menakik darah mati dari batu
Artinya : Bekerja keras tetapi sedikit hasilnya

Kail sebentuk, umpan seekor, sekali putus, sehari berhanyut
Artinya : Berbuat sesuatu dengan tidak memikirkan hal-hal yang mungkin menghambat usahanya (seperti pergi jauh tidak cukup bekal, berniaga tidak cukup modal)

Laba sama dibagi, rugi sama diterjuni
Artinya : Bersahabat sehidup semati

Sudah dieban dihela pula
Artinya : Menderita berbagai-bagai kemalangan (kecelakaan dan sebagainya) terus-menerus

Kawan gelak banyak, kawan menangis jarang bersua
Artinya : Sahabat di waktu senang banyak, sahabat di waktu susah (melarat) sedikit

Disambut dengan penyapu tak bersimpai
Artinya : Dihalau keluar dari suatu keramaian karena dibenci orang.

Tak ada macan yang makan anaknya
Artinya : Tidak ada orang tua yang tega mencelakakan anak kandungnya.

Sebab mutiara sebiji, lautan dalam diselam orang
Artinya : Orang yang berilmu/berpengetahuan tinggi, walau di mana pun ia tinggal pasti akan dicari orang.

Santan masak pasu, ampasnya tumpah ke tanah
Artinya : Orang tua yang membeda-bedakan perlakuannya terhadap anak-anaknya.

Di padang orang berlari, di padang sendiri berjingkat
Artinya : Tabiat orang tamak, mau menerima pemberian orang, tetapi tidak mau memberi

Sekain sebaju, selauk senasi
Artinya : Gambaran persahabatan atau ikatan percintaan yang seia sekata serta sehidup sepenanggungan.

Harimau menyorokkan kuku
Artinya : Orang yang menyembunyikan kelebihannya.

Naik dari janjang, turun dari tangga
Artinya : Melakukan suatu pekerjaan menurut aturan.

Itik mendapat air
Artinya : Memperoleh sesuatu yang sangat digemarinya.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Terajar Pada Banting Pincang”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *