Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Terang Kabut, Teduhlah Hujan

Arti Peribahasa Terang Kabut, Teduhlah Hujan

Arti Peribahasa Terang Kabut, Teduhlah Hujan

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Terang Kabut, Teduhlah Hujan

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Terang kabut, teduhlah hujan

Sudah merasa tenang kembali setelah kesusahannya berlalu.

Kesimpulan

Arti peribahasa terang kabut, teduhlah hujan adalah sudah merasa tenang kembali setelah kesusahannya berlalu.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa terang kabut, teduhlah hujan, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Menepak nyamuk menjadi daki
Artinya : Melawan orang yang lemah tidak akan mendapat nama baik

Baca Juga :  2 Arti Peribahasa Bagai Memakai Baju Pinjaman

Seperti kodok merindukan bulan
Artinya : Mustahil.

Padang perahu di lautan, padang hati dipikirkan
Artinya : Demikian luas hati itu, berapa banyak pikiran masuk di dalamnya tidak akan penuh

Retak menanti belah
Artinya :

  1. Perselisihan yang akan menjadi perkelahian (perang, perceraian, dan sebagainya)
  2. Perkara kecil yang mungkin menjadi besar; tinggal menantikan timbulnya bencana yang lebih besar (kematian dan sebagainya)

Kalis bagai air di daun keladi
Artinya : Memberikan nasihat dan ajaran yang sia-sia. (kalis = tidak berbekas)

Tali terentang tidak putus, sangkutan tergantung tidak rekah
Artinya : Pertalian/hubungan keluarga yang tidak putus karena pernikahan beda bangsa.

Macam ular kekenyangan
Artinya : Orang yang perutnya buncit, sehingga untuk berjalan pun susah.

Sebagai kunyit dengan kapur
Artinya : Mudah dan lekas mesra (bercampur, berpadu, bersetuju)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Alah Pinta Dibuat Sempena

Telah mati yang bergading
Artinya : Telah meninggal orang yang berkuasa (disegani)

Langit menimpa kepala, bumi memegang kaki
Artinya : Hidup serba salah karena melanggar perintah negeri.

Bahasa menunjukkan bangsa
Artinya : Budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat seseorang (baik buruk kelakuan menunjukkan tinggi rendah asal atau keturunan)

Minyak duyung perendang duyung minyak kita jua yang digorengkannya
Artinya : Seseorang yang telah menghabiskan harta tuannya

Ibarat kutu, boleh diselisik
Artinya : Kesalahan atau keburukan yang tidak dapat disembunyikan. (selisik = diraba-raba dengan jari)

Hangat-hangat suam-suam kuku
Artinya : Hangat (tentang air)

Delapan tapak bayang-bayang
Artinya : Alamat waktu kira-kira pukul 08.00

Baca Juga :  Arti Peribahasa Lidah Tidak Bertulang, Salah Petik Jiwa Hilang

Jadi kain basahan
Artinya :

  1. Sudah menjadi miskin (hina)
  2. Hilang kekayaannya (kemuliaannya dan sebagainya)

Belum bergigi hendak menggigit
Artinya : Belum berkuasa tetapi sudah berangan-angan untuk menindas.

Macam terambil di nan kurang
Artinya : Berduka cita tanpa sebab. (di nan = pada yang)

Hujan jatuh ke pasir
Artinya : Kebaikan yang tidak terbalas

Siapa bermakan lada, ialah berasa pedas
Artinya : Barang siapa yang merasa bersalah, pasti akan tersinggung saat dibicarakan.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Terang Kabut, Teduhlah Hujan”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *