Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Tiada Ragam Kunyit, Resan Serai

Arti Peribahasa Tiada Ragam Kunyit, Resan Serai

Arti Peribahasa Tiada Ragam Kunyit, Resan Serai

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Tiada Ragam Kunyit, Resan Serai

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Tiada ragam kunyit, resan serai

Dua orang yang memiliki kesamaan dalam suatu hal.

Kesimpulan

Arti peribahasa tiada ragam kunyit, resan serai adalah dua orang yang memiliki kesamaan dalam suatu hal.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa tiada ragam kunyit, resan serai, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Terkena pada ikan bersorak, terkena pada batang masam
Artinya : Orang yang merasa bahagia karena bertemu ddengan seorang teman yang telah memberikan pekerjaan pada dirinya.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Tertumbuk Biduk Dikelokkan, Tertumbuk Hati Dikelokkan

Jejaknya keruh
Artinya : Asal-usulnya sejak mula sudah kurang baik.

Tong penuh trak berguncang, tong setengah berguncang
Artinya : Orang yang pandai berdiam diri, sedangkan orang yang bodoh banyak bicara.

Jual sutra beli mastuli
Artinya : Kehilangan sesuatu yang berharga mendapat pengganti yang lebih baik

Bagai siamang kurang kayu
Artinya : Sangat bersedih hati karena menderita kekurangan

Hutan sudah terambah, teratak sudah tertegak
Artinya : Pekerjaan sudah sempurna dikerjakan

Cepat kaki ringan tangan
Artinya : Suka menolong

Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul
Artinya : Persahabatan yang karib, baik dalam kesenangan maupun dalam kesusahan

Enau sebatang dua sigainya
Artinya :

  1. Sebuah pekerjaan yang dikepalai/dipimpin oleh dua orang
  2. seorang perempuan yang menduakan suami/pacarnya.
Baca Juga :  Arti Peribahasa Kasih Sepantun Tulisan Pinggan

Ingat sebelum kena, jimat sebelum habis
Artinya :

  1. Selalu waspada/berhati-hati
  2. harus berusaha dengan baik, jangan sampai terlambat.

Tertangkap basah
Artinya :

  1. Tertangkap ketika sedang berbuat kejahatan
  2. Tertangkap tangan

Enggang lalu ranting patah
Artinya : Suatu sebab yang secara kebetulan meninggalkan akibatnya.

Seumpama telur sesarang dierami induknya
Artinya : Anak yang maju dan sukses karena mendapatkan bimbingan/didikan dari orang tuanya.

Sekepal menjadi gunung, setitik menjadi laut
Artinya :

  1. Dari sedikit menjadi banyak
  2. Perkara yang kecil dibesar-besarkan

Tampak jalan tempat lalu, lupa batu akan menarung
Artinya : Orang miskin yang celaka karena mendapatkan keuntungan dan sempat memanfaatkan keuntungan itu.

Takut hantu, terpeluk bangkai
Artinya : Menghindari bahaya yang kecil, tetapi justru mendapatkan bahaya yang lebih besar.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Katak Menggigit Telunjuk, Melihatkan Ular Sudah Menjadi Belut

Hilang bini boleh dicari, hilang budi badan celaka
Artinya : Tabiat buruk dapat mendatangkan kesulitan/malapetaka pada diri sendiri.

Siapa berkotek, siapa bertelur
Artinya : Siapa yang bersuara terdahulu, biasanya dialah yang berbuat

Belalang disangka elang
Artinya : Tidak pernah melihat sesuatu yang lebih.

Kerbau tanduk panjang, tiada menanduk pun dikata orang menanduk juga
Artinya : Orang yang sudah terkenal kejahatannya.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Tiada Ragam Kunyit, Resan Serai”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *