Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Tingkalak Menghadap Mudik, Lukah Menghadap Hilir

Arti Peribahasa Tingkalak Menghadap Mudik, Lukah Menghadap Hilir

Arti Peribahasa Tingkalak Menghadap Mudik, Lukah Menghadap Hilir

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Tingkalak Menghadap Mudik, Lukah Menghadap Hilir

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Tingkalak menghadap mudik, lukah menghadap hilir

Segala sesuatu menurut adatnya (sifatnya, kelazimannya)

Kesimpulan

Arti peribahasa tingkalak menghadap mudik, lukah menghadap hilir menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah segala sesuatu menurut adatnya (sifatnya, kelazimannya)

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa tingkalak menghadap mudik, lukah menghadap hilir, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Elok buruk dan busuk hanyir
Artinya : Kesenangan dan kesulitan selalu beriringan.

Telentang sama diminum airnya, telungkup sama termakan tanah
Artinya : Bersama-sama dalam menjalani kehidupan.

Menghadapkan bedil pulang
Artinya : Merugikan (mencelakakan) keluarga sendiri

Untut bertambah kulitnya
Artinya : Orang kaya yang bertambah kaya.

Katak hendak jadi lembu
Artinya :

  1. Orang hina (miskin, rendah) hendak menyamai orang besar (kaya dan sebagainya)
  2. Congkak
  3. Sombong

Telah menjadi darah daging
Artinya : Sudah menjadi kebiasaan.

Kail sebentuk, umpan seekor, sekali putus, sehari berhanyut
Artinya : Berbuat sesuatu dengan tidak memikirkan hal-hal yang mungkin menghambat usahanya (seperti pergi jauh tidak cukup bekal, berniaga tidak cukup modal)

Laksana buah bemban, masak jatuh ke lumpur
Artinya : Menghilangkan diri.

Selama sipatung mandi
Artinya : Sebentar sekali

Melanting menuju tampuk, berkata menuju benar
Artinya : Dalam rapat (perundingan), kita harus menggunakan dasar kebenaran dan kejujuran

Berkelahi di hujung batang, berbaik di pangkal batang
Artinya : Perkelahian yang akhirnya rujuk kembali.

Ada hari, ada nasi
Artinya : Asalkan masih hidup, tentu akan memperoleh rezeki.

Puyu di air jernih
Artinya : Hidup dalam kesenangan

Hendak bersunting bunga yang belum diseri kumbang
Artinya : Hendak memperisteri anak gadis/perawan.

Tercubit paha kiri, paha kanan pun berasa sakit
Artinya : Jika salah seorang anggota keluarga menderita sesuatu, anggota yang lain pun turut merasakan

Licin bagai basuh perahu
Artinya : Mengalami kerugian.

Bagai melihat asam
Artinya : Ingin sekali

Air diminum sembiluan
Artinya : Sangat sedih/memilukan, hingga merasa tidak enak untuk makan dan minum.

Yang enggang sama enggang juga, yang pipit sama pipit juga
Artinya : Setiap orang selalu mencari orang yang sama pangkat, kedudukan, dan sebagainya dengannya.

Corak kain mengikuti kehendak penenunnya
Artinya :

  1. Undang-undang di setiap negeri tergantung pada keadaan/kondisi pemerintahnya
  2. pengetahuan murid itu tergantung pada ajaran gurunya.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Tingkalak Menghadap Mudik, Lukah Menghadap Hilir”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *