Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Usang Dibarui, Lapuk Dikajangi

Arti Peribahasa Usang Dibarui, Lapuk Dikajangi

Arti Peribahasa Usang Dibarui, Lapuk Dikajangi

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Usang Dibarui, Lapuk Dikajangi

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Usang dibarui, lapuk dikajangi

Menghidupkan kembali kebiasaan lama yang baik dan sudah dilupakan orang, serta memperbaiki kebiasaan yang kurang baik.

Kesimpulan

Arti peribahasa usang dibarui, lapuk dikajangi adalah menghidupkan kembali kebiasaan lama yang baik dan sudah dilupakan orang, serta memperbaiki kebiasaan yang kurang baik.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa usang dibarui, lapuk dikajangi, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kumbang Terbang Tak Bersaing

Anak harimau jangan diajak bertampar, ingat-ingat kukunya
Artinya : Jangan mencari lawan terhadap orang yang lebih kuat dan lebih mampu.

Dimakan kapang habis berlubang
Artinya : Menderita penyakit kelamin. (kapang = sejenis teritip/kerang laut,Toredo Navalis)

Tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan
Artinya : Tetap tidak berubah selamanya (tentang adat)

Adat hidup sandar-menyandar
Artinya : Setiap orang memiliki kewajiban untuk saling topang-menopang di setiap permasalahan yang dialami.

Hendakkan halus, genting, genting putus sudahnya
Artinya : Melakukan sesuatu yang melebihi batasnya tentu akhirnya hanya akan mendatangkan kerugian/kesulitan.

Yang dimakan rasa, yang dilihat rupa, yang didengar bunyi
Artinya : Segala pekerjaan itu hendaklah dikerjakan sebaik mungkin.

Di waktu garuda alah oleh ular
Artinya :

  1. Kalimat kiasan terhadap waktu yang telah lalu
  2. zaman dulu kala.
Baca Juga :  Arti Peribahasa Tinggi Di Laga, Rendah Geleparnya

Bak menanti orang dahulu, bak melalah orang kudian
Artinya : Melakukan sesuatu yang sia-sia

Belalang dapat menuai
Artinya : Dapat keuntungan tanpa disengaja

Sebagai anai-anai bubus
Artinya : Berduyun-duyun atau berkerumun banyak sekali

Apa boleh buat, nasi sedap menjadi tawar
Artinya : Susah hati dapat mengubah perangai/perilaku seseorang.

Sepenggalah matahari
Artinya :

  1. Saatnya untuk bertindak/bekerja
  2. sudah menginjak dewasa.

Putih tapak nya lari
Artinya : Berlari cepat (karena ketakutan)

Umpan habis, ikan tak kena
Artinya : Usaha yang tidak mendatangkan hasil sedikit juga, bahkan merugi

Nasi sedap gulai mentah, gulai sedap nasi mentah
Artinya : Pekerjaan yang tidak selesai (terbengkalai).

Hinggap bak langau, titik bak hujan
Artinya : Suatu hal yang tiba-tiba saja terjadi, tanpa diketahui lebih dahulu

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bagai Menumbuk Padi Hampa

Lain galang, lain perahu yang disorong
Artinya : Perbuatan yang berlainan dengan tujuannya.

Air surut kapar hilir bersama, air pasang ia tersangkut
Artinya : Di dalam usaha yang tidak menguntungkan, diajak bersama-sama, dan apabila usaha itu berhasil, ditinggalkan.

Diminta tebu diberi teberau
Artinya : Diberi sesuatu yang berlainan dengan yang dijanjikan

Mengail berumpan, berkata bertipuan
Artinya : Kalau menghendaki sesuatu dari orang lain, harus pandai mengambil hatinya

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Usang Dibarui, Lapuk Dikajangi”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

2 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *