Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Yang Jauh Berpanggilan, Yang Dekat Berimbauan

Arti Peribahasa Yang Jauh Berpanggilan, Yang Dekat Berimbauan

Arti Peribahasa Yang Jauh Berpanggilan, Yang Dekat Berimbauan

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Yang Jauh Berpanggilan, Yang Dekat Berimbauan

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Yang jauh berpanggilan, yang dekat berimbauan

Bila hendak mengadakan pesta, tetangga dekat diundang dengan dipanggil, sedangkan kerabat jauh dikirimkan surat undangan.

Kesimpulan

Arti peribahasa yang jauh berpanggilan, yang dekat berimbauan adalah bila hendak mengadakan pesta, tetangga dekat diundang dengan dipanggil, sedangkan kerabat jauh dikirimkan surat undangan.

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa yang jauh berpanggilan, yang dekat berimbauan, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Benang Arang Orang Jangan Dipijak

Masuk tak genap, keluar tak ganjil
Artinya : Orang yang tidak berharga dalam masyarakat

Harimau tidak merendahkan dirinya untuk menangkap cicak sebagai mangsanya
Artinya : Orang besar yang tidak mau melakukan tindakan-tindakan yang dapat merendahkan derajatnya.

Seperti santan dengan tengguli
Artinya :

  1. Cocok benar
  2. Kena benar

Bagai ilak bercerai dengan benang
Artinya : Bercerai untuk selama-lamanya (tidak akan bertemu lagi)

Sudah arang-arang hendak minyak pula
Artinya : Sesudah dicemarkan nama seseorang, hendak bermanis-manis pula kepada orang itu

Diberi kuku hendak mencengkam
Artinya : Baru diberi kekuasaan sedikit sudah hendak menindas orang lain

Pandai minyak air
Artinya : Pandai memainkan kata (mengambil muka, menjilat) untuk mencapai suatu maksud

Baca Juga :  Arti Peribahasa Janda Belum Berlaki

Tentang mata dengan mata antara empat mata
Artinya : Berhadap-hadapan dua orang saja

Seperti anak ayam kehilangan induknya
Artinya : Bercerai-derai hingga mengalami kesusahan untuk hidup.

Umpama Belanda kesiangan
Artinya : Orang yang bertingkah laku seperti orang putih.

Seperti cincin dengan permata
Artinya :

  1. Sesuai benar
  2. Cocok sekali

Dijemba-jemba bagai bersiang, dihela surut bagai bertanam
Artinya : Mengatur segala sesuatu supaya baik. (bersiang = membersihkan)

Dari jung turun ke sampan
Artinya :

  1. Turun pangkat
  2. Turun martabat

Tidak mati oleh Belanda
Artinya : Seseorang yang sangat kaya sekalipun dagangannya rugi, ia tidak akan jatuh miskin

Gila di abun-abun
Artinya : Mengangan-angankan sesuatu yang mustahil. (abun-abun = angan-angan)

Hutang sebelit pinggang
Artinya : Berhutang sangat banyak.

Hulu mujur pandai bertengkar, hulu baik pandai memakai
Artinya : Orang yang pandai menempatkan diri dalam pergaulan, selalu selamat dan disukai banyak orang. (hulu mujur = pangkat untung)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Hujan Menimpa Bumi

Lagi tongkat lagi senjata
Artinya : Semakin kaya semakin banyak temannya.

Seruas tebu yang berulat, sebatang yang dibuang
Artinya : Seluruh keluarga/kerabat/kelompok menanggung malu akibat perbuatan anggotanya.

Dahulu timah, sekarang besi
Artinya :

  1. Dikatakan tentang seseorang yang turun martabatnya (gengsinya atau kedudukannya)
  2. Orang kaya yang telah habis harta bendanya

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Yang Jauh Berpanggilan, Yang Dekat Berimbauan”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *