Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Belakang Parang Lagi Jika Diasah Niscaya Tajam

Arti Peribahasa Belakang Parang Lagi Jika Diasah Niscaya Tajam

Arti Peribahasa Belakang Parang Lagi Jika Diasah Niscaya Tajam

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Belakang Parang Lagi Jika Diasah Niscaya Tajam

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam

Sebodoh-bodohnya orang, jika berusaha dan belajar akan menjadi pandai

Kesimpulan

Arti peribahasa belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sebodoh-bodohnya orang, jika berusaha dan belajar akan menjadi pandai

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa belakang parang lagi jika diasah niscaya tajam, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Tuntutlah Ilmu Hingga Ke Negeri Cina

Jemur terkekar ayam tiba
Artinya : Baru saja dagangan digelar, sudah banyak orang datang membeli.

Berek-berek laga siang, malam sekelelapan
Artinya : Dua golongan yang lahirnya/sejak awal selalu berselisih, tetapi batinnya semufakat. (berek-berek = burung yang suka berkelompok) (sekelelapan = tidur bersama-sama)

Pipinya sebagai pauh dilayang
Artinya : Pipinya amat elok

Jika tidak pecah ruyung, di mana boleh mendapat sagu
Artinya : Tidak akan tercapai maksud kalau tidak mau berusaha

Tiada ragam kunyit, resan serai
Artinya : Dua orang yang memiliki kesamaan dalam suatu hal.

Ilmu padi, makin berisi makin runduk
Artinya : Makin banyak pengetahuan makin rendah hati

Kayu yang besar jugalah yang bersakat
Artinya : Orang yang kaya juga yang bertambah kekayaannya. (sakat = benalu, pasilan)

Tegak sama tinggi, duduk sama rendah
Artinya : Sama tingkatnya (derajat kedudukannya)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Laksana Buntal Kembung, Perut Buncit Di Dalamnya Kosong

Hendak singa di tengah padang lagi, daripada ular di dalam rumput
Artinya : Lebih baik berhadapan dengan bahaya/kesulitan besar yang sudah jelas daripada dengan bahaya/kesulitan kecil yang belum jelas.

Seukur mata dengan telinga
Artinya : Seturut penglihatan dan pendengaran

Ke mana condong, ke mana rebah
Artinya : Pekerjaan yang sudah dilakukan menurut adat atau kebiasaan

Upas berulam racun
Artinya : Perbuatan jahat yang saling tindih (berganda).

Alpa negeri alah, sia-sia hutang tumbuh
Artinya : Kelalaian dapat mendatangkan bencana.

Bakar tiada hangus
Artinya : Sangat degil/keras kepala.

Tidak dapat menaruh muka
Artinya : Tidak berani bertemu dengan orang lain karena malu.

Harapkan si untung menggamit, kain koyak diupahkan
Artinya : Mempercayakan sesuatu pada orang yang sangat malas.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bagai Menggenggam Bara, Terasa Hangat Dilepaskan

Air yang jernih, sayak yang landai
Artinya : Segala sesuatu berlaku dengan adil dan benar. (sayak = tempurung kelapa)

Menahan jerat di tempat genting
Artinya : Mengambil keuntungan dari kesusahan atau penderitaan orang lain

Berkelahi di ekor alahan
Artinya : Mempertengkarkan sesuatu yang sudah beres (selesai) atau yang kurang penting

Awal dikenal di akhir tidak, alamat badan akan rusak
Artinya : Orang yang tidak berhati-hati dalam melakukan pekerjaannya, pada akhirnya akan menyesal dan kecewa.

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Belakang Parang Lagi Jika Diasah Niscaya Tajam”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

4 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *