Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Beraja Di Hati, Bersultan Di Mata, Beraja Di Mata, Bersultan Di Hati

Arti Peribahasa Beraja Di Hati, Bersultan Di Mata, Beraja Di Mata, Bersultan Di Hati

Arti Peribahasa Beraja Di Hati, Bersultan Di Mata, Beraja Di Mata, Bersultan Di Hati

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Beraja Di Hati, Bersultan Di Mata, Beraja Di Mata, Bersultan Di Hati

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Beraja di hati, bersultan di mata, beraja di mata, bersultan di hati

Menurutkan kemauan sendiri

Kesimpulan

Arti peribahasa beraja di hati, bersultan di mata, beraja di mata, bersultan di hati menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah menurutkan kemauan sendiri

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa beraja di hati, bersultan di mata, beraja di mata, bersultan di hati, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Baca Juga :  Arti Peribahasa Meletakkan Api Di Bubungan

Langit menimpa kepala, bumi memegang kaki
Artinya : Hidup serba salah karena melanggar perintah negeri.

Tidak tanahnya akan menjadi padi
Artinya : Bukan karena fisiknya, sesorang itu dianggap baik.

Seperti berjejak di atas bara
Artinya : Gelisah karena ditimpa kesulitan.

Biji hampa
Artinya :

  1. Sia-sia
  2. Tidak dipedulikan

Berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulau
Artinya : Segala usaha hendaknya sampai kepada maksudnya

Mengata dulang paku serpih, mengata orang awak yang lebih
Artinya : Mencela orang, tetapi diri sendiri ternyata lebih buruk daripada yang dicela

Bagai dakwat dengan kertas
Artinya :

  1. Tak pernah bercerai
  2. sangat cocok.

Yang terpelanting akan dipilih, yang terserat tidak dikampungkan lagi
Artinya : Hendaknya hidup itu dijalani dengan sederhana dan tidak berfoya-foya.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Masuk Ke Telinga Kanan, Keluar Ke Telinga Kiri

Disangka panas sampai ke petang, kiranya hujan tengah hari
Artinya : Disangka akan baik atau mulia selamanya, tetapi tiba-tiba ditimpa kesulitan, sehingga jatuh melarat/hina.

Berbudi bagai pisang lebat
Artinya : Seseorang yang mendapatkan malapetaka karena menggahkan (memasyhurkan) dirinya.

Duduk berkurung siang malam
Artinya : Orang yang sangat jarang keluar dari rumahnya.

Jangan bagai orang berjudi, menang mua, alah hendak berbela
Artinya : Mengerjakan pekerjaan yang sudah ada celanya, niscaya akhirnya hanya akan mendatangkan kerugian. (mua = melampaui)

Berjalan jauh banyak dilihat
Artinya : Orang yang memiliki banyak pengalaman karena bepergian kemana-mana.

Dianjungkan seperti payung, ditambak seperti kasur
Artinya :

  1. Sangat
  2. Dimuliakan

Seorang makan cempedak, semua kena getahnya
Artinya : Seorang berbuat salah, semua dianggap bersalah juga

Anak ikan dimakan ikan, tahu makan tahu simpan
Artinya : Jika tahu cara membuat sesuatu, hendaklah juga tahu cara menyimpan rahasianya.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Berhanyut Ke Hilir Mengepit Kemudi Sajalah

Sedangkan pucuk lagi tak merah, konon pula seleranya
Artinya : Dalam keadaan berkecukupan/mampu saja kikir, apalagi jika dalam keadaan miskin.

Baunya setahun pelayaran
Artinya : Sangat busuk.

Tebu masuk di mulut gajah
Artinya : Binasa sama sekali (sudah tidak tertolong lagi)

Mempertinggi semangat anjing
Artinya : Memperbaiki nama orang jahat (tentu sia-sia)

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Beraja Di Hati, Bersultan Di Mata, Beraja Di Mata, Bersultan Di Hati”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

4 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *