Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Berhati Baja, Berurat Kawat

Arti Peribahasa Berhati Baja, Berurat Kawat

Arti Peribahasa Berhati Baja, Berurat Kawat

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Berhati Baja, Berurat Kawat

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Berhati baja, berurat kawat

Tabah dan keras hati

Kesimpulan

Arti peribahasa berhati baja, berurat kawat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah tabah dan keras hati

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa berhati baja, berurat kawat, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Sungai sambil mandi
Artinya : Sekali bekerja dua tiga pekerjaan terselesaikan

Cengkeling bagai ular dipukul
Artinya : Geliang-geliut/menggeliat karena kesakitan.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Jadi Dinding Lasak Peti Manian

Tertangguk pada ikan dikeruntungkan, terangguk pada ular dikeruntungkan juga
Artinya : Keputusan yang sudah pasti (tidak dapat diganggu-gugat) harus diterima.

Sebuah lesung ada seekor ayam jantannya atau pemimpinnya
Artinya : Tiap-tiap kaum ada seorang penghulunya atau seorang cerdik pandainya yang akan melindungi kaum itu dari kejahatan orang lain

Seperti tebu, airnya dimakan, ampasnya dibuang
Artinya : Perkataan orang haruslah dipilah, mana yang baik dan mana yang buruk.

Aku kalah, engkau tak menang
Artinya : Orang yang tidak mau mengakui kekalahannya.

Hemat pangkal kaya, sia-sia hutang tambah
Artinya : Hemat dan cermat mendatangkan kesenangan, sedangkan boros dan mubazir mendatangkan kesulitan.

Diminta tebu diberi tembarau
Artinya : Apa yang diberikan berbeda dengan yang diminta. (tembarau = gelagah,Erianthus Arundinaceus)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bersesak-Sesak Bagai Ular Tidur

Mencampakkan batu ke luar
Artinya : Lebih suka berbuat baik kepada orang lain daripada kepada keluarga sendiri

Berniaga di ujung lidah
Artinya : Orang pandai yang tidak jujur

Angguk-angguk balam
Artinya : Bisa mengatakan tetapi belum tahu apa yang harus dikerjakan.

Seperti inai dengan kuku
Artinya : Persahabatan yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan.

Lain lubuk, lain ikannya
Artinya : Adat di masing-masing negeri selalu berlainan.

Satu juga gendang berbunyi
Artinya :

  1. Tidak berubah
  2. Selalu sama saja

Nan pekak pelepas bedil, nan buta pengembus lesung, nan bisu penggera ayam, nan lumpur penghuni rumah
Artinya :

  1. Masing-masing orang memiliki kemampuan/kegunaannya tersendiri
  2. simbol persatuan yang kukuh. (penggera = orang yang menggertak)

Tuba habis, ikan tak dapat
Artinya : Pekerjaan yang sia-sia (tidak mendapat untung, bahkan mendapat rugi)

Baca Juga :  Arti Peribahasa Jadi Alas Cakap

Lah sesak alam tempat diam, tak berbumi tempat tegak
Artinya : Mendapatkan malu yang teramat sangat, sehingga tidak ada tempat lagi untuk menyembunyikan muka.

Baik rupa sepemandangan, baik bunyi sependengaran
Artinya :

  1. Cocok
  2. Seia sekata

Empat gasal, lima genap, dikendur berdentang-dentang, ditegang berjela-jela
Artinya : Tutur kata orang yang bijaksana selalu memiliki maksud yang tersembunyi.

Jalan raya titian batu
Artinya : Adat/aturan yang belum berubah. (titian = jembatan kecil)

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Berhati Baja, Berurat Kawat”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *