Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Berjalan Peliharakan Kaki, Berkata Peliharakan Lidah

Arti Peribahasa Berjalan Peliharakan Kaki, Berkata Peliharakan Lidah

Arti Peribahasa Berjalan Peliharakan Kaki, Berkata Peliharakan Lidah

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Berjalan Peliharakan Kaki, Berkata Peliharakan Lidah

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Berjalan peliharakan kaki, berkata peliharakan lidah

Ingat-ingat selalu dalam berbuat sesuatu

Kesimpulan

Arti peribahasa berjalan peliharakan kaki, berkata peliharakan lidah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah ingat-ingat selalu dalam berbuat sesuatu

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa berjalan peliharakan kaki, berkata peliharakan lidah, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Bagai udang bertahi di kepala
Artinya : Orang yang sentiasa berhutang.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Biar Tersengat, Jangan Tiarap

Kerbau seratus dapat digembalakan, manusia seorang tiada terkawal
Artinya : Menjaga seorang perempuan lebih sukar daripada menjaga binatang yang banyak

Seperti pikat kehilangan mata
Artinya :

  1. Bingung tidak keruan
  2. Kehilangan akal

Lain padang lain belalang
Artinya : Tiap-tiap negeri berlainan aturan dan adatnya

Lagi ada jangan dimakan, sudah habis baru dimakan
Artinya : Sewaktu ada pencaharian, jangan diganggu harta simpanannya, tetapi apabila tiada pencaharian lagi, barulah dipergunakan harta simpanan itu

Rugi menentang laba, jerih menentang boleh
Artinya : Supaya maksud kita tercapai, kita harus mau berusaha (bersusah payah) dahulu

Hujan emas perak di negeri orang, hujan keris lembing di negeri kita, baik juga di negeri kita
Artinya : Walau bagaimanapun mewah dan makmurnya negeri orang, namun negeri sendirilah yang lebih baik.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Berhampar Lapik, Berlicin Daun

Hendak mengepal pasir kering
Artinya : Ingin melakukan pekerjaan yang sangat sulit untuk dilakukan.

Kepala tersangkut dengan kulit babi
Artinya : Mendapatkan malu yang teramat sangat.

Getikkan puru di bibir
Artinya : Tidak dapat membenci anak-isteri atau keluarga yang buruk tingkah lakunya. (getik = menggetil)

Tebu masuk di mulut gajah
Artinya : Binasa sama sekali (sudah tidak tertolong lagi)

Hangat tiada berapi, sejuk tiada berair
Artinya : Orang jahat, walaupun diberikan kesenangan, namun kalau sudah mendapatkan kesempatan, pasti akan diulanginya lagi perbuatan jahatnya itu.

Kata periuk belanga hitam
Artinya : Orang yang mencemooh/mengejek orang lain, sedangkan ia sendiri pun buruk juga.

Seperti elang menyongsong angin
Artinya : Orang yang gagah berani.

Terang kabut tenanglah hari
Artinya : Sudah merasa tenang kembali setelah kesusahannya berlalu.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Kail Sebentuk, Umpan Seekor, Sekali Putus, Sehari Berhanyut

Biduk tiris menanti karam
Artinya : Sudah tidak tertolong lagi

Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna
Artinya : Bila hendak melakukan atau mengerjakan sesuatu, hendaknya dipertimbangkan lebih dahulu baik buruknya

Macam anak dara tak datang tunangnya
Artinya : Selalu membengkalaikan pekerjaan.

Berketuk ayam dalam telur
Artinya : Orang bodoh yang turut merundingkan suatu perkara yang tidak diketahuinya.

Emping terserak hari hujan
Artinya :

  1. Sangat sial
  2. Bernasib buruk

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Berjalan Peliharakan Kaki, Berkata Peliharakan Lidah”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *