Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Berkelahi Di Ekor Alahan

Arti Peribahasa Berkelahi Di Ekor Alahan

Arti Peribahasa Berkelahi Di Ekor Alahan

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Berkelahi Di Ekor Alahan

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Berkelahi di ekor alahan

Mempertengkarkan sesuatu yang sudah beres (selesai) atau yang kurang penting

Kesimpulan

Arti peribahasa berkelahi di ekor alahan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah mempertengkarkan sesuatu yang sudah beres (selesai) atau yang kurang penting

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa berkelahi di ekor alahan, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Tengah tapak bayang-bayang
Artinya : Tengah hari tepat

Lang pungguk lang berikan, tidur siang berjaga malam
Artinya : Pencuri yang tidur di siang hari dan berjaga/mengintai di malam hari.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Lebai Berjanggut Kambing Pun Berjanggut Juga

Berkuah air mata
Artinya : Menderita.

Laut mana yang tak berombak, bumi mana yang tak ditimpa hujan
Artinya : Bagaimanapun manusia tidak akan luput dari kekhilafan (kesalahan)

Dian sebatang dinyalakan hujung pangkalnya, teraba-teraba sudahnya
Artinya : Orang yang menyia-nyiakan sesuatu kelak akan mendapatkan kesulitan.

Seperti gerundang yang kekeringan
Artinya : Orang yang mendapat kesukaran dan tidak ada yang menolongnya

Kura-kura di dalam perahu, pura-pura tidak tahu
Artinya : Menanyakan sesuatu yang sebenarnya sudah diketahuinya.

Mulut bau madu, pantat bawa sengat
Artinya : Mulut manis, tetapi hati busuk

Diraih siku ngilu, direngkuh lutut sakit
Artinya : Serba salah dalam suatu pekerjaan yang sangat sulit, dikerjakan berbahaya tidak dikerjakan berbahaya pula

Baca Juga :  Arti Peribahasa Bagai Menelan Mestika Embun

Payah-payah dilamun ombak, tercapai juga tanah tepi
Artinya : Setelah beberapa lama menanggung susah, akhirnya tercapai juga cita-citanya

Diuji timbang lebih sesaga
Artinya : Perbedaan yang sangat kecil/hampir tidak terlihat.

Bertemu mura dengan tedung
Artinya : Sama-sama pandai (kuat dan sebagainya)

Laksana kain tiga hasta
Artinya : Serba tanggung/tak cukup.

Sudah beruban baru berguam
Artinya : Dikatakan kepada orang tua yang tingkah lakunya seperti orang muda

Tohok tunggang ke buruh ke bawah
Artinya : Mudah mencelakakan orang yang di bawah perintahnya

Kalau kucing tiada bermisai, takkan ditakuti tikus lagi
Artinya : Orang besar/berkuasa yang sudah tidak berpangkat/memiliki jabatan, tidak akan ditakuti lagi.

Takut kepada ular terkejut kepada bengkarung
Artinya : Merasa takut pada orang yang berkuasa beserta keluarganya.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Adat Periuk Berkerak, Adat Lesung Berdedak

Apakah gunanya memasang dian di tengah hari, jika malam alangkah baiknya
Artinya : Perkara yang sudah diketahui orang tidak perlu diterangkan lagi.

Daun dapat dilayangkan, getah jatuh ke perdu juga
Artinya : Tidak sama/setara antara kasih sayang yang diberikan kepada anak sendiri dengan kasih sayang yang diberikan kepada anak saudara.

Seorang budi-budian, seorang tabung seruas
Artinya : Dua orang yang sangat berbeda tabiatnya (seorang banyak akal liciknya, seorang lagi lurus hati)

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Berkelahi Di Ekor Alahan”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

6 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *