Info Pendidikan Terbaru Peribahasa Arti Peribahasa Berlayar Di Pulau Kapuk, Cak

Arti Peribahasa Berlayar Di Pulau Kapuk, Cak

Arti Peribahasa Berlayar Di Pulau Kapuk, Cak

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Berlayar Di Pulau Kapuk, Cak

Arti kata “peribahasa” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Berlayar di pulau kapuk, cak

Tidur

Kesimpulan

Arti peribahasa berlayar di pulau kapuk, cak menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah tidur

Arti peribahasa lainnya :

Selain arti peribahasa berlayar di pulau kapuk, cak, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:

Bagai jelongak kerbau rampung
Artinya : Orang bodoh yang sombong dan tidak sadar dirinya dibodohi orang lain.

Macam kera kelaparan
Artinya : Selalu komat-kamit.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Digantung Tidak Bertali

Langit dapat dilukis, sudut kambut diserayakan
Artinya : Kesalahan kecil dari orang lain tampak/disadari, sedangkan kesalahan besar dari diri sendiri tidak disadari.

Ke mudik tentu hulunya, ke hilir tentu muaranya
Artinya : Suatu maksud atau niat hendaklah tentu wujud atau tujuannya

Yang tak diarah dapat, yang diarah tak kena
Artinya : Keberuntungan manusia itu tergantung pada takdirnya, walau bagaimanapun orang memburu rezeki, jika belum diberikan oleh Tuhan maka tidak akan tercapai.

Mati anak berkalang bapak, mati bapak berkalang anak
Artinya : Anak dan bapak wajib tolong-menolong

Lapuk oleh kain sehelai
Artinya : Dalam hidupnya hanya beristri (bersuami) seorang

Seludang menolakkan mayangan
Artinya : Memperlihatkan atau kelihatan kecantikannya.

Mengorek lubang ulat
Artinya : Sengaja mencari lantaran bertengkar

Anak monyet di hutan disusui, anak sendiri di rumah kekeringan
Artinya : Urusan sendiri ditinggalkan karena lebih mementingkan urusan orang lain.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Ampang Sampai Ke Seberang, Dinding Sampai Ke Langit

Langit berkelikir, bumi bertemberang, salah-salah fikir menjadi hamba orang
Artinya : Pemikiran yang menuruti hawa nafsu pada akhirnya hanya akan menjerumuskan kita pada kesengsaraan.

Bagai kambing harga dua kupang
Artinya : Tingkah lakunya seperti anak-anak.

Tidak kekal bunga karang
Artinya : Hal kekayaan (kemuliaan, hasil, dan sebagainya) yang tidak berlangsung lama

Sudah panas berbaju pula
Artinya : Orang yang sedang dalam keadaan susah bertambah susah karena peristiwa yang menimpanya

Tiada akan licin katak puru walaupun berhujan sekalipun
Artinya : Orang yang buruk rupa, meskipun berpakaian mahal tetap saja terlihat buruk.

Tampak benar lurah tak berbatu, ijuk tak bersagar
Artinya : Orang miskin yang sering mendapatkan penghinaan dari orang lain.

Baca Juga :  Arti Peribahasa Berkayuh Sambil Bertimba

Jangan difikirkan kalau tebu itu bengkok, manisnya itu pun bengkok juga
Artinya : Jangan memandang nasihat hanya dari rupa atau pekerjaan orang yang mengatakannya.

Gadai terdorong kepada Cina
Artinya : Terlanjur sehingga tidak boleh dicabut kembali

Elok lenggang di tempat datar
Artinya : Bersuka hati haruslah pada tempat dan waktu yang tepat.

Belayar mengadang pulau
Artinya : Segala perbuatan atau pekerjaan yang akan dilakukan haruslah ada tujuannya. (mengadang = menentang, menuju)

Lihat juga :
1. Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI
2. Free Tryout SKD CPNS (4000+ soal) DI SINI
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi “Arti Peribahasa Berlayar Di Pulau Kapuk, Cak”, semoga bermanfaat, silahkan Klik LIKE dan SHARE kepada teman-teman yang lain.

3 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *